Investor Tambang Biji Besi Tunggu Izin Pembangunan Pelabuhan
Rabu, 1 Desember 2010 20:34 WIB
Makassar (ANTARA News) - Investor tambang bijih besi di Kabupaten Bone tengah menunggu izin pembangunan pelabuhan dari Kementerian Perhubungan sebagai infrastruktur pendukung ekspor.
Manajer Eksplorasi PT Sindo Mandiri, Halim Hayade, di Makassar, Rabu, mengatakan, ekspor yang dilakukan dalam jumlah yang besar selama ini masih memanfaatkan pelabuhan penyeberangan umum.
Pembangunan pelabuhan ekspor tersebut rencananya akan dibangun di Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone setelah memperoleh izin dari kementerian Perhubungan.
Selama ini, pihaknya telah memasok bahan mentah untuk industri baja China hingga 95 ribu ton dengan tujuh kali pengiriman. "Rencananya, sudah ada pengolahan pada 2011 nanti," katanya.
Pihaknya juga berencana memperbesar kapasitas produksinya hingga 150 ribu ton dengan eksploitasi tambang menggunakan sistem peledakan dan perluasan wilayah tambang.
Perusahaan yang beroperasi pada 2009 ini mengelola lahan tambang seluas 133 hektare sesuai izin dari Kementerian Kehutanan. Rencana perluasan areal tambang juga masih menunggu izin Kementerian Kehutanan.
Selama beroperasi tambang bijih besi di Kelurahan Kahu, Kecamatan Bonto Cani, Bone ini telah memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah pemerintah daerah.
Bagi hasil yang diberikan untuk Kabupaten Bone senilai Rp6000 per ton dan Rp2000 per ton untuk Kabupaten Sinjai dari total produksi yang diekspor, belum termasuk retribusi dan pajak-pajak yang telah dibayarkan lainnya. (T.KR-RY/M012)
Manajer Eksplorasi PT Sindo Mandiri, Halim Hayade, di Makassar, Rabu, mengatakan, ekspor yang dilakukan dalam jumlah yang besar selama ini masih memanfaatkan pelabuhan penyeberangan umum.
Pembangunan pelabuhan ekspor tersebut rencananya akan dibangun di Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone setelah memperoleh izin dari kementerian Perhubungan.
Selama ini, pihaknya telah memasok bahan mentah untuk industri baja China hingga 95 ribu ton dengan tujuh kali pengiriman. "Rencananya, sudah ada pengolahan pada 2011 nanti," katanya.
Pihaknya juga berencana memperbesar kapasitas produksinya hingga 150 ribu ton dengan eksploitasi tambang menggunakan sistem peledakan dan perluasan wilayah tambang.
Perusahaan yang beroperasi pada 2009 ini mengelola lahan tambang seluas 133 hektare sesuai izin dari Kementerian Kehutanan. Rencana perluasan areal tambang juga masih menunggu izin Kementerian Kehutanan.
Selama beroperasi tambang bijih besi di Kelurahan Kahu, Kecamatan Bonto Cani, Bone ini telah memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah pemerintah daerah.
Bagi hasil yang diberikan untuk Kabupaten Bone senilai Rp6000 per ton dan Rp2000 per ton untuk Kabupaten Sinjai dari total produksi yang diekspor, belum termasuk retribusi dan pajak-pajak yang telah dibayarkan lainnya. (T.KR-RY/M012)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Sidrap perkuat ketahanan pangan lewat panen raya semangka tanpa biji
19 December 2025 23:31 WIB
Presiden Putin janji pasok biji-bijian ke enam negara Afrika secara gratis
28 July 2023 5:01 WIB, 2023
Erdogan dan Zelenskyy bahas kelanjutan kesepakatan pangan Laut Hitam via telepon
22 July 2023 16:07 WIB, 2023
Bahlil: Indonesia tak akan mundur dari kebijakan larangan ekspor biji nikel
06 February 2023 18:56 WIB, 2023
Sekjen PBB menyerukan dukungan untuk akhiri krisis pangan negara kaya
20 August 2022 22:37 WIB, 2022
Ukraina ekspor 370 ribu ton lebih biji-bijian di bawah kesepakatan PBB
11 August 2022 14:57 WIB, 2022
Presiden Jokowi berharap pinang biji jadi komoditas ekspor unggulan Indonesia
07 April 2022 18:18 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kemenhub gandeng tujuh Pemda perkuat SDM transportasi perkotaan, termasuk Makassar
21 April 2026 10:25 WIB