Satu orang terduga jaringan teroris masih dalam perawatan karena luka tembak
Rabu, 6 Januari 2021 20:04 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam. ANTARA/Muh Hasanuddin
Makassar (ANTARA) - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam mengatakan bahwa satu orang terduga jaringan teroris berinisial I masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara setelah mengalami luka tembak oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror
"Yang mengalami luka tembak itu sekarang dirawat di RS Bhayangkara dan dua lainnya tewas karena semuanya melakukan perlawanan saat akan diamankan," ujar Irjen Pol Merdisyam di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, tindakan tegas terukur dilakukan oleh anggota Densus 88 Anti Teror yang dibantu oleh anggota Gegana Brimob Polda Sulsel saat akan dilakukan penangkapan.
Terduga teroris yang berjumlah 20 orang di beberapa rumah di Villa Mutiara itu saat akan diamanahkan kemudian melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang dan senapan angin.
"Jika kondisinya sudah memungkinkan untuk dibawa ke Jakarta, maka langsung akan diterbangkan. Tapi untuk saat ini masih dikawal ketat dulu di RS Bhayangkara," katanya.
Kapolda Sulsel Merdisyam juga mengatakan jika ada 17 orang lainnya yang dibawa oleh anggota Densus 88 ke Jakarta untuk dimintai keterangannya.
"Secara teknis itu menjadi penanganan oleh anggota Densus 88 dan kami di Polda Sulsel hanya sebatas back-up saja," terangnya.
Adapun yang tewas dalam penggerebekan itu yakni MR (mertua) dan AZ (menantu). Keduanya bersama anggota keluarganya yang lain sudah dibaiat sebagai anggota ISIS melalui jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.
"Yang mengalami luka tembak itu sekarang dirawat di RS Bhayangkara dan dua lainnya tewas karena semuanya melakukan perlawanan saat akan diamankan," ujar Irjen Pol Merdisyam di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, tindakan tegas terukur dilakukan oleh anggota Densus 88 Anti Teror yang dibantu oleh anggota Gegana Brimob Polda Sulsel saat akan dilakukan penangkapan.
Terduga teroris yang berjumlah 20 orang di beberapa rumah di Villa Mutiara itu saat akan diamanahkan kemudian melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang dan senapan angin.
"Jika kondisinya sudah memungkinkan untuk dibawa ke Jakarta, maka langsung akan diterbangkan. Tapi untuk saat ini masih dikawal ketat dulu di RS Bhayangkara," katanya.
Kapolda Sulsel Merdisyam juga mengatakan jika ada 17 orang lainnya yang dibawa oleh anggota Densus 88 ke Jakarta untuk dimintai keterangannya.
"Secara teknis itu menjadi penanganan oleh anggota Densus 88 dan kami di Polda Sulsel hanya sebatas back-up saja," terangnya.
Adapun yang tewas dalam penggerebekan itu yakni MR (mertua) dan AZ (menantu). Keduanya bersama anggota keluarganya yang lain sudah dibaiat sebagai anggota ISIS melalui jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah apresiasi Polri identifikasi penyiram air keras ke Andrie Yunus, ada empat terduga
18 March 2026 20:08 WIB
Majikan diduga rudapaksa karyawannya di Makassar, istri pelaku justru merekam
04 January 2026 21:32 WIB
Terduga pelaku rudapaksa di Gowa diseret warga hingga tewas, ini tanggapan Kapolres
04 December 2025 6:56 WIB
Polisi tetapkan 11 tersangka kerusuhan pembakaran Kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulsel
03 September 2025 13:00 WIB
Satgas Cartenz tangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap dua anggota Brimob di Nabire
21 August 2025 20:41 WIB