
Polres Gowa ringkus tiga pelajar pengeroyok salah sasaran

Sungguminasa (ANTARA) - Aparat Polres Gowa meringkus tiga pelajar SMA yang mengeroyok pelajar lain diduga salah sasaran mengakibatkan korban mengalami kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri di pinggir jalanan usai dianiaya terduga pelaku di Jalan Tomanurung, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Kami sudah mengamankan pelaku dan sementara dibuktikan. Selanjutnya, berkoordinasi dengan pihak sekolah SMA maupun SMK termasuk dinas pendidikan untuk langkah pencegahan terjadi kejadian berulang," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Bachtiar di Mapolres Gowa, Kamis.
Ia menjelaskan permasalahan pengeroyokan salah seorang pelajar tersebut oleh pelajar lain diduga karena dendam. Namun demikian, dugaannya korban bukan target utama, kemungkinan besar salah sasaran.
"Mereka ini diduga ada dendam. Saat ketemu di jalan langsung dilakukan pengeroyokan. Ada tiga orang diamankan, dan sementara dibuktikan apa benar mereka melakukan atau ada pelaku lain. Ini sementara penyelidikan dan dikoordinasikan pihak sekolah," paparnya.
Ketiga terduga pelaku saat ini menjalani pemeriksaan penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa guna pengembangan lebih lanjut termasuk penentuan statusnya.
Selain itu, menurut dia, mengingat korban maupun terduga pelaku di bawah umur, maka dikategorikan penanganannya perlindungan anak. Begitu pun proses hukumnya, peradilan anak jika terbukti, atau akan ditempuh jalur diversi untuk mencari keadilan restoratif.
Berdasarkan video amatir yang merekam detik-detik pengeroyokan, saat itu terlihat sejumlah pelajar diduga dari SMK berkumpul di pinggir jalan di atas motornya Jalan Tumanurung, secara tiba-tiba datang pelajar lain diduga dari SMAN 1 Gowa langsung menyerang mereka.
Naas, salah seorang pelajar berinisial MI (15) terjebak di motornya dan ditinggalkan rekannya berlari menyelamatkan diri. Korban, langsung dikeroyok sejumlah pelajar hingga tersungkur di samping motornya.
Para terduga ini terus memukuli dan menginjak korban, hingga beberapa warga yang melihatnya berusaha menghentikan. Saat itu pula para terduga pelaku melarikan diri. Usai dikeroyok, korban MI sempat kejang-kejang di pinggir jalan di lokasi kejadian sampai akhirnya tidak sadarkan diri.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf untuk mendapat perawatan medis. Sejauh ini kondisi korban belum sepenuhnya stabil.
Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Gowa Islamuddin saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan kasus kekerasan tersebut. "Iya, intinya sudah ditindaklanjuti," katanya singkat.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
