BPS : Penduduk miskin di Sulsel bertambah 23.410 orang
Senin, 15 Februari 2021 21:43 WIB
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah memaparkan jumlah penduduk miskin yang ada di Sulsel berdasarkan pendataan terbaru yakni September 2020 yang dirilis secara virtual, Senin (15/2/2021). ANTARA/Muh Hasanuddin
Makassar (ANTARA) - Persentase penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Selatan pada September 2020 tercatat 800.240 orang atau bertambah 23.410 orang dibandingkan Maret 2020 yang hanya 776.830 orang.
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Senin mengatakan, peningkatan jumlah penduduk miskin di Sulsel secara persentase sebesar 8,99 persen.
"Pendataan terbaru kami, angka kemiskinan bertambah 23,41 ribu atau meningkat 0,27 persen pada September 2020 dibandingkan Maret 2020," ujarnya.
Untuk perbandingan jumlah penduduk miskin September 2020 terhadap September 2019 mengalami penambahan 40.660 dari 759.580 orang atau secara persentase naik 0,43 persen.
Yos Rusdiansyah mengatakan, selama periode September 2019-September 2020, penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami peningkatan 32,69 ribu jiwa. Sedangkan di daerah pedesaan, juga mengalami peningkatan sebesar 7,97 ribu jiwa.
"Persentase penduduk miskin di perkotaan dan di pedesaan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,70 dan 0,35 poin persen. Tapi paling tinggi di kota," katanya.
Dia menyatakan, ada beberapa penyebab angka kemiskinan itu naik, salah satunya karena pandemi COVID-19 yang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan pendapatan warga.
Penyebab lainnya, lanjut Yos, karena banyak pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pun semakin menganga. Akibatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menurun.
"Apalagi pertumbuhan ekonomi kita di Sulsel sempat mengalami kontraksi di kuartal III," ucapnya.
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Senin mengatakan, peningkatan jumlah penduduk miskin di Sulsel secara persentase sebesar 8,99 persen.
"Pendataan terbaru kami, angka kemiskinan bertambah 23,41 ribu atau meningkat 0,27 persen pada September 2020 dibandingkan Maret 2020," ujarnya.
Untuk perbandingan jumlah penduduk miskin September 2020 terhadap September 2019 mengalami penambahan 40.660 dari 759.580 orang atau secara persentase naik 0,43 persen.
Yos Rusdiansyah mengatakan, selama periode September 2019-September 2020, penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami peningkatan 32,69 ribu jiwa. Sedangkan di daerah pedesaan, juga mengalami peningkatan sebesar 7,97 ribu jiwa.
"Persentase penduduk miskin di perkotaan dan di pedesaan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,70 dan 0,35 poin persen. Tapi paling tinggi di kota," katanya.
Dia menyatakan, ada beberapa penyebab angka kemiskinan itu naik, salah satunya karena pandemi COVID-19 yang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan pendapatan warga.
Penyebab lainnya, lanjut Yos, karena banyak pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pun semakin menganga. Akibatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menurun.
"Apalagi pertumbuhan ekonomi kita di Sulsel sempat mengalami kontraksi di kuartal III," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Di Makassar, Nusron Wahid minta kepala daerah bebaskan BPHTB untuk warga miskin
13 November 2025 17:41 WIB
Danrem 141 Toddopuli dan Bupati Sidrap bahas pangan hingga layanan masyarakat miskin
18 September 2025 5:15 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB