DPRD Sulsel soroti parkiran Lego-lego CPI dikuasai preman
Senin, 15 Maret 2021 17:27 WIB
Suasana rapat pengelolaan destinasi kuliner Lego-lego, kawasan Reklamasi CPI, di ruangan Komisi D, Bidang Pembangunan, kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Senin (15/3/2021).
Makassar (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan menyoroti lahan parkir yang dikuasai preman untuk meraup keuntungan pribadi pada destinasi kuliner Lego-lego di kawasan reklamasi Central Poin of Indonesia (CPI), padahal sebelumnya gratis bagi pengunjung.
"Parkiran di sana amburadul. Dulu kan disepakati gratis bagi pengunjung, tapi kini dimanfaatkan preman memungut biaya parkir. Sementara pengelolanya (Pemprov) terkesan tutup mata," kata Wakil Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel Fadriaty AS saat rapat di kantor dewan setempat, Kota Makassar, Senin.
Menurut dia, sejatinya Pemprov Sulsel bisa melihat peluang pendapatan selain pengelolaan tempat wisata kuliner yang menjadi ikon baru di Makassar, juga mengelola perparkiran. Sebab, potensi pendapatan di lokasi Lego-lego yang berdekatan dengan masjid 99 Kubah di kawasan reklamasi CPI cukup besar karena menarik pengunjung.
Namun sangat disayangkan, kata perempuan disapa akrab Enceng ini, lahan parkir malah dimanfaatkan orang lain untuk meraup keuntungan. Dari informasi diterima ada puluhan hingga ratusan kendaraan keluar masuk ke lokasi itu setiap harinya.
Pembangunan lokasi destinasi kuliner itu, kata politisi perempuan asal fraksi Demokrat itu, Lego-lego merupakan salah satu program prioritas gubernur non aktif Nurdin Abdullah. Anggaran yang digelontorkan juga tidak sedikit, tapi hasilnya tidak sesuai harapan.
"Anggaran pembangunannya sampai Rp25 miliar, saya kira itu besar. Dulu disepakati gratis (parkiran) , tapi kenapa dikelola orang bukan Pemprov. Bayangkan kalau hilang kendaraan siapa yang mau bertanggung jawab, " ucap Enceng menegaskan.
Pihaknya berharap Pemprov segera mengambil tindakan, lebih baik pengelolaan parkir diambil alih, karena hanya satu akses jalan masuk, orang tidak bisa keluar atau masuk tanpa memiliki karcis.
Tidak hanya itu, pembuangan limbah di lokasi setempat juga tidak dikelola baik, sehingga dampaknya ke depan laut akan mudah tercemar, karena limbah dibuang sembarangan, tanpa adanya pengelolaan secara baik.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Haeruddin dalam rapat itu mengungkapkan adanya dugaan intervensi dari kelompok preman setempat kepada pengunjung untuk mencari keuntungan, padahal parkiran di sana gratis.
Selain itu, para preman ini terkesan menguasai lahan parkiran, dan sangat rentan terjadi tindakan kriminal. Sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek juga Danramil untuk membantu pengamanan. Meski demikian, pihaknya berdalih tindakan telah dilakukan, hingga mencari solusi lain.
"Alternatifnya, dilakukan pengalihan parkir di luar, tapi rawan kriminal dan dampaknya pengunjung malas masuk karena jauh dari Lego-lego. Bahkan banyak muncul titik parkir liar, itu juga beberapa kali kami sterilkan. Sementara ini kami pikirkan solusinya, termasuk masukan dari dewan," ujar Haerudin.
"Parkiran di sana amburadul. Dulu kan disepakati gratis bagi pengunjung, tapi kini dimanfaatkan preman memungut biaya parkir. Sementara pengelolanya (Pemprov) terkesan tutup mata," kata Wakil Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sulsel Fadriaty AS saat rapat di kantor dewan setempat, Kota Makassar, Senin.
Menurut dia, sejatinya Pemprov Sulsel bisa melihat peluang pendapatan selain pengelolaan tempat wisata kuliner yang menjadi ikon baru di Makassar, juga mengelola perparkiran. Sebab, potensi pendapatan di lokasi Lego-lego yang berdekatan dengan masjid 99 Kubah di kawasan reklamasi CPI cukup besar karena menarik pengunjung.
Namun sangat disayangkan, kata perempuan disapa akrab Enceng ini, lahan parkir malah dimanfaatkan orang lain untuk meraup keuntungan. Dari informasi diterima ada puluhan hingga ratusan kendaraan keluar masuk ke lokasi itu setiap harinya.
Pembangunan lokasi destinasi kuliner itu, kata politisi perempuan asal fraksi Demokrat itu, Lego-lego merupakan salah satu program prioritas gubernur non aktif Nurdin Abdullah. Anggaran yang digelontorkan juga tidak sedikit, tapi hasilnya tidak sesuai harapan.
"Anggaran pembangunannya sampai Rp25 miliar, saya kira itu besar. Dulu disepakati gratis (parkiran) , tapi kenapa dikelola orang bukan Pemprov. Bayangkan kalau hilang kendaraan siapa yang mau bertanggung jawab, " ucap Enceng menegaskan.
Pihaknya berharap Pemprov segera mengambil tindakan, lebih baik pengelolaan parkir diambil alih, karena hanya satu akses jalan masuk, orang tidak bisa keluar atau masuk tanpa memiliki karcis.
Tidak hanya itu, pembuangan limbah di lokasi setempat juga tidak dikelola baik, sehingga dampaknya ke depan laut akan mudah tercemar, karena limbah dibuang sembarangan, tanpa adanya pengelolaan secara baik.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Haeruddin dalam rapat itu mengungkapkan adanya dugaan intervensi dari kelompok preman setempat kepada pengunjung untuk mencari keuntungan, padahal parkiran di sana gratis.
Selain itu, para preman ini terkesan menguasai lahan parkiran, dan sangat rentan terjadi tindakan kriminal. Sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek juga Danramil untuk membantu pengamanan. Meski demikian, pihaknya berdalih tindakan telah dilakukan, hingga mencari solusi lain.
"Alternatifnya, dilakukan pengalihan parkir di luar, tapi rawan kriminal dan dampaknya pengunjung malas masuk karena jauh dari Lego-lego. Bahkan banyak muncul titik parkir liar, itu juga beberapa kali kami sterilkan. Sementara ini kami pikirkan solusinya, termasuk masukan dari dewan," ujar Haerudin.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB