FIKP Unhas webinar startup bisnis perikanan dorong wirausaha
Jumat, 21 Januari 2022 18:16 WIB
Para peserta webinar startup yang digelar FIKP Unhas berfoto bersama usai kegiatan di Makassar.ANTARA/HO-Unhas
Makassar (ANTARA) - Prodi Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan webinar startup bisnis perikanan sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha muda.
Ketua Jurusan Perikanan FIKP Unhas Dr Fahrul SPi MSi dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan terus berbenah menjadikan kampus sebagai pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) handal yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara melalui kegiatan wirausaha yang berteknologi.
Fahrul menuturkan startup telah menjadi kebutuhan untuk memajukan perekonomian bangsa melalui keterlibatan generasi muda kompeten untuk mengelola berbagai sumber daya alam yang melimpah.
"Kami berharap kegiatan ini bisa mendorong lahirnya startup baru dikalangan generasi muda," kata Fahrul.
CEO Minapoli Rully Setya Purnama, yang merupakan salah satu narasumber menyampaikan startup berbeda dengan UMKM meskipun keduanya melakukan kegiatan usaha.
Perbedaan utama terletak pada visi dan misi, dimana pembentukan startup berdasar pada upaya pemecahan masalah global, sedangkan UMKM terkadang memiliki latar belakang berusaha yang lebih sederhana.
Menurut Rully, ada beberapa kondisi SDM perikanan dan kelautan yang menjadi kendala untuk masuk ke dunia startup/wirausaha yang sukses.
Beberapa tantangan diantaranya penguasaan soft skills terbatas, kurangnya bakat untuk bekerja di bidang perikanan dan kelautan, belum siap menjadi wirausahawan, kurang menyukai untuk bekerja di lapangan.
"Termasuk kompetensi kurang selaras dengan kebutuhan di Industri, hingga jaringan bisnis dan informasi yang terbatas," kata Rully.
Ketua Jurusan Perikanan FIKP Unhas Dr Fahrul SPi MSi dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan terus berbenah menjadikan kampus sebagai pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) handal yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara melalui kegiatan wirausaha yang berteknologi.
Fahrul menuturkan startup telah menjadi kebutuhan untuk memajukan perekonomian bangsa melalui keterlibatan generasi muda kompeten untuk mengelola berbagai sumber daya alam yang melimpah.
"Kami berharap kegiatan ini bisa mendorong lahirnya startup baru dikalangan generasi muda," kata Fahrul.
CEO Minapoli Rully Setya Purnama, yang merupakan salah satu narasumber menyampaikan startup berbeda dengan UMKM meskipun keduanya melakukan kegiatan usaha.
Perbedaan utama terletak pada visi dan misi, dimana pembentukan startup berdasar pada upaya pemecahan masalah global, sedangkan UMKM terkadang memiliki latar belakang berusaha yang lebih sederhana.
Menurut Rully, ada beberapa kondisi SDM perikanan dan kelautan yang menjadi kendala untuk masuk ke dunia startup/wirausaha yang sukses.
Beberapa tantangan diantaranya penguasaan soft skills terbatas, kurangnya bakat untuk bekerja di bidang perikanan dan kelautan, belum siap menjadi wirausahawan, kurang menyukai untuk bekerja di lapangan.
"Termasuk kompetensi kurang selaras dengan kebutuhan di Industri, hingga jaringan bisnis dan informasi yang terbatas," kata Rully.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Tim SAR Unhas terlibat pencarian pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Pangkep
19 January 2026 17:37 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB