Pemerhati : Pendidikan harus diarahkan ke penguatan teknologi digital
Minggu, 30 Januari 2022 5:51 WIB
Ilustrasi - Suasana penerapan digitalisasi dalam sistem pendidikan dengan penggunaan tablet sebagai sarana dalam proses belajar dan mengajar di Ranu Harapan Islamic School (RHIS) di Makassar. ANTARA/Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Pemerhati masalah pendidikan dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Doktor Hadawiah Hatita mengatakan pendidikan harus diarahkan ke penguatan teknologi digital.
"Ini sudah tuntutan zaman, sekaligus pandemi COVID-19 mengharuskan untuk melakukan percepatan melek digital, karena segala urusan sudah serba digital," kata dia di Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan pendidikan di segala jenjang, mau tidak mau harus mengikuti kondisi yang berkembang, jika tidak ingin tertinggal jauh.
Kendati demikian, lanjut dia, penguatan teknologi digitalisasi itu tetap harus dibarengi dengan kekuatan budaya dan kearifan lokal, sehingga identitas pendidikan yang mengedepankan pendidikan berkarakter dapat terjaga.
Menurut dia, saat ini dikembangkan sistem "hybrid" artinya pembelajaran memadukan daring dan luring.
Baca juga: Akademisi: Perlu kreativitas sikapi belajar mengajar saat pandemi COVID-19
Mantan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) periode 2016-2021 Ramli Rahim mengatakan pandemi COVID-19 telah memaksa semua lini menggunakan sistem digitalisasi, termasuk sektor pendidikan.
"Sudah saatnya, sistem pendidikan kita direvitalisasi dan cepat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.
Dia mengingatkan selain siswa dituntut dapat mengikuti sistem digitalisasi dunia pendidikan, guru pun dituntut untuk menyesuaikan diri agar keduanya bisa jalan bersama mengikuti perubahan.
Pemerhati pendidikan dari UMI Makassar Dr, Hadawiah Hatita. Antara / Suriani Mappong
"Ini sudah tuntutan zaman, sekaligus pandemi COVID-19 mengharuskan untuk melakukan percepatan melek digital, karena segala urusan sudah serba digital," kata dia di Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan pendidikan di segala jenjang, mau tidak mau harus mengikuti kondisi yang berkembang, jika tidak ingin tertinggal jauh.
Kendati demikian, lanjut dia, penguatan teknologi digitalisasi itu tetap harus dibarengi dengan kekuatan budaya dan kearifan lokal, sehingga identitas pendidikan yang mengedepankan pendidikan berkarakter dapat terjaga.
Menurut dia, saat ini dikembangkan sistem "hybrid" artinya pembelajaran memadukan daring dan luring.
Baca juga: Akademisi: Perlu kreativitas sikapi belajar mengajar saat pandemi COVID-19
Mantan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) periode 2016-2021 Ramli Rahim mengatakan pandemi COVID-19 telah memaksa semua lini menggunakan sistem digitalisasi, termasuk sektor pendidikan.
"Sudah saatnya, sistem pendidikan kita direvitalisasi dan cepat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.
Dia mengingatkan selain siswa dituntut dapat mengikuti sistem digitalisasi dunia pendidikan, guru pun dituntut untuk menyesuaikan diri agar keduanya bisa jalan bersama mengikuti perubahan.
Pemerhati pendidikan dari UMI Makassar Dr, Hadawiah Hatita. Antara / Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
KPU Makassar sosialisasikan pendidikan politik bagi pemilih pemula di sekolah
15 January 2026 4:14 WIB
Nurdin Halid bangun sekolah modern Islami bertaraf internasional di Samata Gowa
10 January 2026 21:26 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Antisipasi penyakit berbahaya, personel Satpol PP di Sulsel diperiksa kesehatannya
01 February 2026 18:27 WIB