Makassar (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Maros mengatakan Sekolah Kolong Rumah di daerah itu resmi menjadi ruang belajar layak setelah mendapat dukungan pembangunan gedung sekolah itu oleh pemerintah kabupaten setempat.
Kepala Dinas Dikbud Maros Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai melalui keterangan di Makassar, Kamis, menekankan Sekolah Kolong Rumah harus menjadi ruang belajar yang aman bagi semua anak.
"Maka dari itu, kami membangun gedungnya dan bangunan ini bukan sekadar ruang kelas, tetapi wujud komitmen kita agar setiap anak di Dusun Bara mendapat hak belajar yang layak, aman, dan bermutu,” ujarnya.
Perjalanan Sekolah Kolong Rumah tercatat dimulai dari inisiatif warga dan guru lokal sejak 2018 yang menyediakan ruang belajar sederhana bagi anak-anak. Sarana itu, berkembang menjadi kelas jauh/kelas cabang SDN 238 Bontoparang hingga akhirnya memiliki gedung sekolah yang layak dan dukungan sarana pembelajaran yang lebih memadai.
Sejak 2023, Tim Program Estungkara Sulawesi Cipta Forum (SCF) melakukan pendampingan dan advokasi agar sekolah tersebut mendapatkan dukungan lebih dari Pemerintah Kabupaten Maros.
Sekolah Kolong Rumah memperoleh pengakuan pemerintah pada 2023 sebagai kelas jauh/kelas cabang SDN (Inpres) 238 Bontoparang. Inisiatif ini mendapatkan perhatian relawan muda dan komunitas yang ikut mengajar serta menguatkan harapan anak-anak Dusun Bara.
Sekolah itu juga mendapatkan pendampingan melalui kerja kolaborasi program komunitas, termasuk dukungan yang menekankan nilai gotong royong masyarakat setempat.
Seiring dengan peningkatan perhatian publik, berbagai pihak mendorong perbaikan sarana belajar sekolah. Pada 2024, pemerintah daerah menyampaikan komitmen mengakhiri era belajar di kolong rumah dan menyiapkan rencana pembangunan gedung belajar.
Isu krusial yang sempat menghambat perbaikan sarana belajar, yakni status lahan, yang sebagian wilayah dikaitkan dengan kawasan hutan sehingga perlu proses perizinan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Pada 2025, Pemkab Maros juga menyalurkan dukungan untuk pembangunan ruang kelas dan penguatan akses guru, serta menyampaikan bahwa izin penggunaan lahan dari kementerian terkait sudah terbit untuk pembangunan ruang kelas permanen.
Melalui Program Estungkara yang dijalankan Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) dalam kerangka inklusi sosial, para pihak mendorong sekolah jauh tidak hanya hadir sebagai bangunan fisik, tetapi juga berfungsi sebagai ruang belajar yang aman dan ramah anak.
Pada masa mendatang, Pemkab Maros mengajak semua pihak menjaga keberlanjutan layanan, memastikan ketersediaan tenaga pendidik, penguatan akses dan keselamatan perjalanan, dukungan alat belajar, serta pengembangan tata kelola sekolah jauh yang transparan, partisipatif, dan inklusif.
Sekolah diharapkan mampu mendukung partisipasi orang tua, termasuk ibu, mencegah praktik diskriminasi serta memastikan terpenuhi kebutuhan dasar pembelajaran bagi semua murid.
Belum lama ini, telah dilakukan peresmian Sekolah Kolong–SDN 238 Bontoparang sebagai langkah nyata memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua anak, termasuk perempuan, anak berasal dari keluarga rentan, serta anak dengan kebutuhan spesifik.
Peresmian ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat layanan pendidikan dasar di wilayah pelosok, khususnya di Kabupaten Maros.

Sekolah Kolong Rumah di Maros jadi ruang belajar layak

Peresmian Sekolah Kolong Rumah SDN 238 Bontoparang di Kabupaten Maros menjadi sekolah layak di bawah naungan Dinas Pendidikan Maros. ANTARA/HO-SCF
