Buruh Sawit Matra Ancam Mogok Kerja
Sabtu, 4 Februari 2012 14:04 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Buruh perkebunan sawit di Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat, mengancam akan melaksanakan aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah.
"Kami menganggap diperlakukan tidak adil karena selama ini upah kerja kami sebagai buruh tidak dinaikkan perusahaan sawit tempat kami bekerja," kata ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Herman di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, perusahaan sawit di Matra hanya menaikkan upah sawit 16 persen bagi karyawan yang bekerja antara nol sampai satu tahun sementara yang bekerja lebih dari setahun tidak dinaikkan upahnya.
"Karyawan yang bekerja antara nol sampai satu tahun dinaikkan upahnya sekitar 16 persen yakni dari Rp1,1 juta menjadi Rp1,27 juta, sementara di atas satu tahun gajinya tidak dinaikkan alias tetap," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut dianggap buruh sawit, tidak adil, sehingga akan melakukan mogok kerja sampai gaji mereka dinaikkan perusahaan masing-masing.
"Kami akan mogok kerja dari tanggal 7 Februari sampai 7 Maret tahun 2011, atau selama 90 hari sampai gaji kami dinaikkan," katanya.
Ia mengatakan, mogok kerja yang akan dilakukan buruh sawit di Matra akan diikuti sekitar 10.000 orang di seluruh Kabupaten Matra.
Ia meminta pemerintah di Kabupaten Matra memperjuangkan nasib buruh sawit agar perusahaan tempatnya bekerja dapat bersedia menaikkan upahnya.
"Pemerintah di Matra diminta menanggapi dan membantu merealisasikan tuntutan buruh sawit agar gajinya dapat dinaikkan perusahaannya masing masing," katanya. (T.KR-MFH/N005)
"Kami menganggap diperlakukan tidak adil karena selama ini upah kerja kami sebagai buruh tidak dinaikkan perusahaan sawit tempat kami bekerja," kata ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Herman di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, perusahaan sawit di Matra hanya menaikkan upah sawit 16 persen bagi karyawan yang bekerja antara nol sampai satu tahun sementara yang bekerja lebih dari setahun tidak dinaikkan upahnya.
"Karyawan yang bekerja antara nol sampai satu tahun dinaikkan upahnya sekitar 16 persen yakni dari Rp1,1 juta menjadi Rp1,27 juta, sementara di atas satu tahun gajinya tidak dinaikkan alias tetap," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut dianggap buruh sawit, tidak adil, sehingga akan melakukan mogok kerja sampai gaji mereka dinaikkan perusahaan masing-masing.
"Kami akan mogok kerja dari tanggal 7 Februari sampai 7 Maret tahun 2011, atau selama 90 hari sampai gaji kami dinaikkan," katanya.
Ia mengatakan, mogok kerja yang akan dilakukan buruh sawit di Matra akan diikuti sekitar 10.000 orang di seluruh Kabupaten Matra.
Ia meminta pemerintah di Kabupaten Matra memperjuangkan nasib buruh sawit agar perusahaan tempatnya bekerja dapat bersedia menaikkan upahnya.
"Pemerintah di Matra diminta menanggapi dan membantu merealisasikan tuntutan buruh sawit agar gajinya dapat dinaikkan perusahaannya masing masing," katanya. (T.KR-MFH/N005)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat: Pemerintah harus mulai menyusun kerangka hukum Angkatan Siber TNI
24 September 2024 14:53 WIB, 2024
Panglima TNI sudah diperintah Presiden Jokowi bentuk Angkatan Siber
03 September 2024 17:23 WIB, 2024
Komisi I DPR : Penunjukan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono penuhi prinsip keterwakilan matra TNI
29 November 2022 5:04 WIB, 2022
Ketua MPR: Sudah waktunya turunkan seluruh matra tumpas KKB di Papua
19 September 2021 10:11 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pembangunan Masjid Negara IKN capai 98,4 persen siap digunakan Shalat Id 1447 H
03 February 2026 15:16 WIB