Transaksi pembayaran digital di Sulsel alami tren peningkatan akhir 2021
Jumat, 25 Maret 2022 23:04 WIB
Suasana kegiatan Digital Festival yang diselenggarakan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar. Antara/HO-DBoxy
Makassar (ANTARA) - Sulawesi Selatan memiliki potensi digitalisasi yang besar, tercatat transaksi pembayaran digital Sulsel pada triwulan IV-2021 menunjukkan tren yang meningkat, baik transaksi kartu kredit, uang elektronik, maupun e-commerce.
"Itu dibuktikan oleh total nominal transaksi uang elektronik triwulan IV-2021 sebesar Rp1,7 triliun dan e-commerce sebesar Rp1,8 triliun menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulsel Iman Causa Karana di Makassar, Jumat, menanggapi perkembangan digitalisasi di sektor keuangan.
Menurut dia, adanya kemudahan transaksi telah memicu penerapan sistem keuangan yang mengarah digitalisasi finansial.
Kondisi ini menjadi salah satu indikator adanya perubahan perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke nontunai.
Ia mengatakan berdasarkan lapangan usaha pendukung, kinerja sektor informasi dan telekomunikasi di Sulsel diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan transaksi e-commerce serta perkembangan digitalisasi di sektor kesehatan, transportasi, dan sistem pembayaran.
Pangsa sektor informasi dan komunikasi terhadap keseluruhan PDRB Sulsel, lanjut dia, juga cukup tinggi, yakni sekitar 8 persen atau berada di posisi ke-5 sektor minyak, perdagangan, industri, dan konstruksi.
Kepala BI Sulsel menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan dunia, membawa ketidakpastian, dan berdampak pada perekonomian.
Oleh karena itu, transformasi digital diharapkan bisa meningkatkan inklusivitas, efisiensi, dan transparansi, sehingga bisa mendukung momentum pemulihan ekonomi.
BI Sulsel juga bersinergi dalam rangka mendorong terciptanya transformasi digital. Beberapa program kerja yang telah dilaksanakan antara lain percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui Tim Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Daerah (Tp2DD), Sistem pembayaran dengan menggunakan berbagai kanal pembayaran (penggunaan QRIS).
Termasuk elektronifikasi pembayaran moda transportasi, digitalisasi UMKM, hingga transformasi penyaluran bansos menjadi nontunai. Berbagai upaya transformasi digital semacam ini terus membutuhkan dukungan semua pihak.
"Itu dibuktikan oleh total nominal transaksi uang elektronik triwulan IV-2021 sebesar Rp1,7 triliun dan e-commerce sebesar Rp1,8 triliun menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulsel Iman Causa Karana di Makassar, Jumat, menanggapi perkembangan digitalisasi di sektor keuangan.
Menurut dia, adanya kemudahan transaksi telah memicu penerapan sistem keuangan yang mengarah digitalisasi finansial.
Kondisi ini menjadi salah satu indikator adanya perubahan perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke nontunai.
Ia mengatakan berdasarkan lapangan usaha pendukung, kinerja sektor informasi dan telekomunikasi di Sulsel diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan transaksi e-commerce serta perkembangan digitalisasi di sektor kesehatan, transportasi, dan sistem pembayaran.
Pangsa sektor informasi dan komunikasi terhadap keseluruhan PDRB Sulsel, lanjut dia, juga cukup tinggi, yakni sekitar 8 persen atau berada di posisi ke-5 sektor minyak, perdagangan, industri, dan konstruksi.
Kepala BI Sulsel menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan dunia, membawa ketidakpastian, dan berdampak pada perekonomian.
Oleh karena itu, transformasi digital diharapkan bisa meningkatkan inklusivitas, efisiensi, dan transparansi, sehingga bisa mendukung momentum pemulihan ekonomi.
BI Sulsel juga bersinergi dalam rangka mendorong terciptanya transformasi digital. Beberapa program kerja yang telah dilaksanakan antara lain percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui Tim Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Daerah (Tp2DD), Sistem pembayaran dengan menggunakan berbagai kanal pembayaran (penggunaan QRIS).
Termasuk elektronifikasi pembayaran moda transportasi, digitalisasi UMKM, hingga transformasi penyaluran bansos menjadi nontunai. Berbagai upaya transformasi digital semacam ini terus membutuhkan dukungan semua pihak.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyaluran pupuk subsidi di Sulsel mencapai 170.000 ton pada triwulan I 2026
14 April 2026 11:23 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Penyaluran pupuk subsidi di Sulsel mencapai 170.000 ton pada triwulan I 2026
14 April 2026 11:23 WIB