Logo Header Antaranews Makassar

Panen raya padi di Pinrang tembus 6,8 ton per hektare

Sabtu, 11 April 2026 18:11 WIB
Image Print
Kegiatan panen raya di Sulawesi Selatan.ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel (.)

Makassar (ANTARA) - Panen raya yang dilakukan oleh Kelompok Tani Makkaritutue II di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dengan luas 35 hektare (ha) mencatat tingkat produktivitas mencapai 6,8 ton per ha.

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan capaian ini mencerminkan kinerja positif sektor pertanian di daerah tersebut di tengah berbagai tantangan produksi.

Wagub Sulsel mengapresiasi para petani yang tetap mampu menjaga produktivitas, meski menghadapi tantangan seperti serangan hama di sejumlah wilayah.

Ia menegaskan sektor pertanian Sulawesi Selatan memiliki peran penting sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

“Kita patut bersyukur karena hasil panen terus menunjukkan tren yang baik. Ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Selatan tetap menjadi salah satu penyangga pangan nasional yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah terus memperkuat dukungan kepada petani melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi.

“Pemerintah terus hadir memberikan dukungan, baik melalui bantuan alsintan maupun pembangunan irigasi, agar hasil pertanian semakin meningkat dan petani semakin sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pinrang Irwan Hamid menyampaikan bahwa sektor pertanian di daerahnya menunjukkan kinerja yang positif.

Dengan luas lahan sekitar 54 ribu ha, produktivitas padi rata-rata mencapai 6 hingga 7 ton per ha, bahkan di beberapa lokasi dapat menembus 9 hingga 10 ton per hektare.

Ia menambahkan stabilitas harga gabah dan kemudahan akses pupuk menjadi faktor penting yang menopang keberhasilan petani.

“Kami bersyukur hasil panen tetap stabil, ditunjang harga gabah yang baik serta ketersediaan pupuk yang semakin mudah diakses petani,” kata Irwan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026