
Jasa raharja libatkan stakeholder bahas keselamatan transportasi

Makassar (ANTARA) - PT Jasa Raharja melibatkan stakeholder terkait dan berbagai lintas sektor untuk bersama-sama membahas serta mendiskusikan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas dalam Forum Keselamatan Transportasi di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Begitu banyak poin-poin penting kami bahas dan salah satu poin penting di bahas adalah bagaimana penanganan peristiwa kecelakaan ini tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Harus memang dilakukan secara kolaborasi dengan lintas sektor," kata Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin di Makassar, Senin kemarin.
Ia mengemukakan usai mengikuti Forum Diskusi Keselamatan Transportasi di Kantor Jasa Raharja Sulsel, diskusi tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor guna menekan tingkat peristiwa kecelakaan dan khususnya fatalitas atau mengakibatkan kematian korban.
Salah satunya adalah, kata dia, menggerakkan banyak pihak karena masing-masing komponen stakeholder punya potensinya masing-masing. Sehingga dalam konteks itu melahirkan kesepakatan yang diinginkan bersama.
"Kita bisa melakukan sosialisasi dan edukasi yang memang kita akan lakukan secara masif. Dan yang membedakan adalah sosialisasi dan edukasi mempertimbangkan faktor-faktor risiko, sekaligus memitigasinya," tutur Awaluddin kepada wartawan.
Hal kedua, sosialisasi dan edukasi kepada segmen yang memang membuat fatalitas korban sangat tinggi terjadi pada usia produktif seperti pelajar, mahasiswa, pekerja komuter, dan lain sebagainya. Ketiga, disepakati melakukan tindak lanjut berbasis data.
Selain itu, hal-hal yang menjadi ide cukup konstruktif yang ingin dilakukan adalah bukan hanya melakukan penanganan kecelakaan atau melakukan penyerahan santunan, tapi paling penting adalah pencegahan bisa dilakukan.
"Karena memang yang lebih baik kita lakukan secara preventif itu. Bagaimana kita bisa mencegah peristiwa kecelakaan, dan korban fatalitasnya. Jadi bukan hanya sekadar menangani terhadap peristiwa kecelakaan itu sendiri," ucapnya menekankan.
Forum ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dan terukur dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Makassar, terutama melalui pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berbasis data. Hadir pihak Dishub provinsi dan kabupaten kota, kepolisian, akademisi, jasa marga hingga komunitas ojek online.
Dari data PT Jasa Raharja, peristiwa kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) sepanjang 2025 pada 10 titik di empat kabupaten kota Provinsi Sulawesi Selatan tercatat total sebanyak 2.179 kejadian. Rinciannya, jumlah korban luka 2.850 orang, dan korban jiwa atau meninggal dunia mencapai 118 orang.
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi menyebutkan, dari wilayah Selatan di Kota Makassar mengacu pada titik black spotnya atau titik buta rawan kecelakaan tersebar di wilayah Kecamatan Panakukang, Biringkanaya, Tamalanrea dan Tamalate.
"Banyak dari masyarakat kita di Makassar salah satunya adalah kebanyakan itu melanggar arus, itu yang paling tinggi yang ada terjadi di Makassar.
Kami sudah melakukan upaya-upaya pre-emptive, preventive, pembinaan, pencegahan maupun represif di wilayah tersebut," katanya mengungkapkan.
Guna menekan tindakan pelanggaran, pihaknya terus melaksanakan berbagai upaya seperti edukasi sampai pada penegakan hukum. Sistem tilang elektronik (ETLE) diterapkan pada 14 titik kamera statis wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, termasuk perangkat ETLE handheld digunakan petugas Polantas.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
