Logo Header Antaranews Makassar

118 orang mati sia-sia di Sulsel

Selasa, 14 April 2026 11:58 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas mengevakuasi korban saat simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani.

Makassar (ANTARA) - PT Jasa Raharja melansir peristiwa kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) sepanjang 2025 pada 10 titik rawan di empat kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, tercatat sebanyak 2.179 kejadian, dengan rinciannya jumlah korban luka 2.850 orang, dan korban meninggal dunia mencapai 118 orang sehingga keselamatan transportasi perlu ditingkatkan.

"Keselamatan transportasi merupakan bagian kolaborasi lintas sektor kita untuk menekan tingkat peristiwa kecelakaan, khususnya fatalitas atau korban mengakibatkan terjadinya kecelakaan membuat kematian," tutur Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin di Makassar, Senin.

Menurut dia, kedatangannya ke Makassar untuk bertemu dengan stakeholder terkait, seperti Dinas Perhubungan Kota Makassar dan Dishub Provinsi Sulawesi Selatan, Bina Marga, kepolisian, akademisi, dan komunitas pengemudi ojek daring atau online guna membahas upaya menekan laka lantas.

"Hari ini saya berkunjung ke Kota Makassar dan bertemu dengan seluruh stakeholder yang berkaitan dengan keselamatan transportasi," katanya usai menggelar diskusi di Kantor Jasa Raharja Makassar.

Oleh karena itu, upaya pencegahan laka lantas telah dilakukan dengan berbagai diskusi bersama stakeholder terkait, dengan melahirkan poin-poin penting untuk di bahas, termasuk penanganan peristiwa kecelakaan. Sebab, itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

"Harus memang dilakukan secara kolaborasi dengan lintas sektor. Dan wujud dari pelaksanaan itu adalah, diskusi kami tadi mengarah bagaimana kemudian kepada hal-hal yang konkrit dan berdampak serta terukur," ujarnya menjelaskan.

Dari rincian data kasus laka lantas 2025, Kota Makassar menjadi daerah tertinggi angka kecelakaan. Ada enam titik lokasi rawan kecelakaan tersebar di Kecamatan Biringkanaya, sebanyak 390 kejadian, 17 orang meninggal dunia (MD) dan 458 orang luka-luka.

Disusul, Kecamatan Panakukang, 282 kejadian, 15 orang MD dan 347 LL. Kecamatan Tamalanrea 249 kejadian, 12 orang MD, dan 303 LL. Kecamatan Tamalate, 242 kejadian, 10 orang MD, dan 323 LL. Kecamatan Manggala, 173 kejadian, 10 orang MD, dan 235 LL. Kecamatan Rappocini, 172 kejadian laka lantas, 1 MD dan 215 LL.

Di Kabupaten Gowa, Kecamatan Somba Opu ada 181 kejadian laka lantas, 11 orang MD, 237 LL. Kabupaten Maros, di Kecamatan Turikale, 173 kejadian, 11 orang MD dan 262 LL. Kabupaten Jeneponto, di Kecamatan Binamu, 167 kejadian, 6 orang MD dan 231 LL. Kabupaten Bulukumba, di Kecamatan Gantarang, 146 kejadian, 12 orang MD dan 212 LL.

Sedangkan untuk santunan yang diberikan PT Jasa Raharja, korban meninggal dunia sebesar Rp14,70 miliar dengan presentase 46,74 persen, Luka-luka Rp16,59 miliar presentasenya 52,75 persen serta cacat tetap dan lainnya Rp165 juta, presentase 0,25 persen.

Penyebab kasus laka lantas tiga terbanyak jika dipresentasekan yakni, tabrakan depan-depan 45,9 persen, disusul menabrak pejalan kaki 17,3 persen dan tabrak dari samping sebesar 15 persen.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi menyebutkan, dari wilayah Selatan Kota Makassar mengacu pada titik black spotnya atau titik buta rawan kecelakaan yakni di Kecamatan Panakukang, Biringkanaya, Tamalanrea dan Tamalate.

"Banyak dari masyarakat kita di Makassar salah satunya adalah kebanyakan itu melanggar arus, itu yang paling tinggi yang ada terjadi di Makassar. Kami sudah melakukan upaya-upaya pre-emptive, preventive, pembinaan, pencegahan maupun represif di wilayah tersebut," katanya mengungkapkan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026