Mamuju (ANTARA News) - PT Nestle akan memberikan pelatihan kepada 3.000 orang petani kakao yang ada di Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka untuk meningkatkan produksi dan mutu kakao petani.

"PT Nestle komitmen melakukan pemberdayaan petani Sulbar dalam mengembangkan tanaman kakao tersebut sebagai investasinya di bidang kakao di Sulbar," kata Direktur Program Swiss Contact Manfred Borer, di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, Swiss Contact sebagai mitra PT Nestle akan membantu memberdayakan petani Sulbar dengan memberikan pelatihan kepada 3.000 orang petani di Sulbar agar menguasai teknik budi daya kakao.

Pada tahun ini dilatih sebanyak 1.500 petani, dan selanjutnya pada tahun 2013 dilatih lagi 1.500 petani, hingga secara keseluruhan 3.000 petani kakao mendapat pelatihan dari PT Nestle.

"Diharapkan seluruh petani di Sulbar semakin memiliki kemampuan untuk mengembangkan produksi kakao mereka dengan menggunakan teknologi budidaya yang lebih baik," katanya.

Ia mengatakan, Nestle yang merupakan perusahaan multinasional, bergerak di bidang produsen makanan dan minuman asal negara Swiss juga telah menyatakan niatnya menanamkan modalnya untuk membangun pabrik pengolahan kakao di Sulbar.

"Program tersebut akan dimulai 2012, dan seluruh petani kakao di Sulbar diharapkan semakin memiliki kemampuan untuk mengembangkan produksi kakao mereka dengan menggunakan teknologi budidaya yang lebih baik," katanya.

Sementara itu Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengatakan, dengan niat PT Nestle yang akan mengembangkan pertanian kakao di Sulbar dengan membangun pabrik pengolahan kakao, maka akan semakin menumbuhkan industri kakao serta akan menumbuhkan ekonomi daerah karena Sulbar akan berubah menjadi daerah industri kakao.

Dia mengatakan, di Sulbar yang merupakan daerah penghasil kakao harus membangun pabrik pengolahan kakao dalam bentuk investasi seperti yang akan dilakukan Nestle agar kakao yang dihasilkan petani juga akan lansung dapat dipasarkan yang pada gilirannya menumbuhkan sektor ekonomi riil.

Gubernur mengatakan, Pemerintah di Sulbar sangat mendukung apabila investasi perusahaan Nestle dilaksanakan karena akan sangat membantu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui industri kakao.

 Ia mengatakan, kakao di Sulbar yang tingkat produksinya mencapai 135.000 ton per tahun dengan luas sekitar 185.000 hektare juga akan semakin meningkatkan kesejahteraan petani kakao yang menyandarkan hidupnya dari tanaman kakao dengan jumlah sekitar 60 persen dari 1,2 juta penduduk Sulbar. (T.KR-MFH/R010)