Pemkot Makassar libatkan para camat dalam program Lorong Wisata
Senin, 30 Mei 2022 17:18 WIB
Sejumlah camat menandatangani Komitmen Bersama penanganan program Lorong Wisata disaksikan Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi (dua kanan) didampingi Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Moh Roem (kanan) di Balai Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (30/5/2022). ANTARA/HO/Humas Pemkot Makassar.
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan melibatkan para camat dalam mengimplementasikan program Lorong Wisata sebagai daya tarik baru sektor pariwisata, yang diawali dengan penandatanganan komitmen bersama.
"Alhamdulillah, penentuan lokasi sudah ditentukan. Kita sudah turun ke lapangan. Lorong Wisata ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan," ucap Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi di sela-sela penandatangan komitmen bersama di Balai Kota, Senin.
Fatmawati mengatakan program tersebut telah dibahas sejak lima bulan lalu, bahkan secara maraton yang juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait lainnya, selain selruh camat
"Itu karena di dalamnya terdapat 24 program strategis Pemkot Makassar, salah satunya Lorong Wisata," ucap mantan legislator DPR RI ini menekankan.
Ia berharap sebanyak 15 Camat dari 15 Kecamatan yang ada di Kota Makasar, dapat menjadikan program Lorong Wisata sebagai atensi untuk diperhatikan sesegera mungkin.
"Kita hampir masuk bulan Juni, kita juga sudah punya shelter, maka Agustus mesti harus berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sekali lagi, yang utama program ini harus ada koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholders," harapnya.
Rencananya, Lorong Wisata yang sudah terkoneksi dengan Commuter Metro Moda alias Co'mo dan virtual reality (VR) akan diluncurkan pada 17 Agustus 2022, tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Makassar Mohammad Roem menambahkan, pihaknya telah menargetkan tujuh lorong wisata prioritas di beberapa titik wilayah kota, salah satu diantaranya menjadi lorong wisata unggulan.
Pihaknya pun telah mengantongi data lokasi lorong dari kecamatan untuk dipetakan Organisasi Perangkat Daerah.
Mantan Kepala Bidang Humas Pemkot Makassar ini menyatakan program Lorong Wisata bukan hanya menjadi tupoksi Dinas Pariwisata, tapi program ini dikerjakan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan lainnya.
"Lorong wisata ini adalah pekerjaan bersama. Kalau infrastrukturnya dari teman-teman PU, baik drainase, paving block dan lainnya yang menjadi kebutuhan warga. Kalau kami lebih ke ornamen kepariwisataan misalnya mural serta pemasaran untuk mendatangkan wisatawan," tutur Roem menambahkan.
"Alhamdulillah, penentuan lokasi sudah ditentukan. Kita sudah turun ke lapangan. Lorong Wisata ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan," ucap Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi di sela-sela penandatangan komitmen bersama di Balai Kota, Senin.
Fatmawati mengatakan program tersebut telah dibahas sejak lima bulan lalu, bahkan secara maraton yang juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait lainnya, selain selruh camat
"Itu karena di dalamnya terdapat 24 program strategis Pemkot Makassar, salah satunya Lorong Wisata," ucap mantan legislator DPR RI ini menekankan.
Ia berharap sebanyak 15 Camat dari 15 Kecamatan yang ada di Kota Makasar, dapat menjadikan program Lorong Wisata sebagai atensi untuk diperhatikan sesegera mungkin.
"Kita hampir masuk bulan Juni, kita juga sudah punya shelter, maka Agustus mesti harus berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sekali lagi, yang utama program ini harus ada koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholders," harapnya.
Rencananya, Lorong Wisata yang sudah terkoneksi dengan Commuter Metro Moda alias Co'mo dan virtual reality (VR) akan diluncurkan pada 17 Agustus 2022, tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Makassar Mohammad Roem menambahkan, pihaknya telah menargetkan tujuh lorong wisata prioritas di beberapa titik wilayah kota, salah satu diantaranya menjadi lorong wisata unggulan.
Pihaknya pun telah mengantongi data lokasi lorong dari kecamatan untuk dipetakan Organisasi Perangkat Daerah.
Mantan Kepala Bidang Humas Pemkot Makassar ini menyatakan program Lorong Wisata bukan hanya menjadi tupoksi Dinas Pariwisata, tapi program ini dikerjakan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan lainnya.
"Lorong wisata ini adalah pekerjaan bersama. Kalau infrastrukturnya dari teman-teman PU, baik drainase, paving block dan lainnya yang menjadi kebutuhan warga. Kalau kami lebih ke ornamen kepariwisataan misalnya mural serta pemasaran untuk mendatangkan wisatawan," tutur Roem menambahkan.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB