Daging Sapi RPH Lebih Terjamin Dikomsumsi
Selasa, 31 Juli 2012 21:54 WIB
Makassar (ANTARA News) - Daging sapi asal rumah potong hewan (RPH) lebih terjamin untuk dikonsumsi, sepanjang masa pemotongannya tidak lebih dari delapan jam.
"Daging sapi dari RPH lebih dapat dijamin kesegarannya dan layak konsumsi, karena semua sapi yang dipotong harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan instansi terkait lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan Kota Makassar, H Syaiful Saleh di Makassar, Selasa.
Menurut dia, daging sapi yang dari RPH misalnya di RPH Makassar dapat dijamin tidak menggunakan bahan yang berbahaya.
Selain itu, kesegarannya masih terjaga sepanjang tidak lebih dari delapan jam setelah pemotongan dan tiba di lokasi penjualan yakni pasar tradisional.
Kondisi tersebut berbeda dengan daging sapi yang dijual di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Makassar yang pekan lalu ditemukan pihak Dinas Kesehatan dan pihak terkait bahwa terindikasi menggunakan bahan pengawet berbahaya.
"Jadi, kalau masyarakat ingin mengonsumsi daging sapi, hendakanya membeli daging segar di pasar-pasar tradisional dan langsung diolah," katanya.
Sementara itu, dia juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli kebutuhan rumah tangga, karena spekulan dapat saja memanfaatkan kondisi tingginya permintaan pada bulan suci Ramadhan.
Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat selaku konsumen hendaknya memperhatikan masa berlaku barang yang dibeli, termasuk memperhatikan tekstur, warna dan baunya.
Apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan, Syaiful meminta agar segera melaporkan ke pihak terkait seperti dinas terkait, BPOM atau pihak keamanan. (T.S036/B012)
"Daging sapi dari RPH lebih dapat dijamin kesegarannya dan layak konsumsi, karena semua sapi yang dipotong harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan instansi terkait lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan Kota Makassar, H Syaiful Saleh di Makassar, Selasa.
Menurut dia, daging sapi yang dari RPH misalnya di RPH Makassar dapat dijamin tidak menggunakan bahan yang berbahaya.
Selain itu, kesegarannya masih terjaga sepanjang tidak lebih dari delapan jam setelah pemotongan dan tiba di lokasi penjualan yakni pasar tradisional.
Kondisi tersebut berbeda dengan daging sapi yang dijual di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Makassar yang pekan lalu ditemukan pihak Dinas Kesehatan dan pihak terkait bahwa terindikasi menggunakan bahan pengawet berbahaya.
"Jadi, kalau masyarakat ingin mengonsumsi daging sapi, hendakanya membeli daging segar di pasar-pasar tradisional dan langsung diolah," katanya.
Sementara itu, dia juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli kebutuhan rumah tangga, karena spekulan dapat saja memanfaatkan kondisi tingginya permintaan pada bulan suci Ramadhan.
Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat selaku konsumen hendaknya memperhatikan masa berlaku barang yang dibeli, termasuk memperhatikan tekstur, warna dan baunya.
Apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan, Syaiful meminta agar segera melaporkan ke pihak terkait seperti dinas terkait, BPOM atau pihak keamanan. (T.S036/B012)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DLH Makassar imbau warga waspada daging sapi asal TPA, waspada coto murah
20 December 2025 18:58 WIB
Mentan memastikan stok daging sapi di Bekasi cukup menyuplai daerah lain
15 April 2023 13:28 WIB, 2023
Wapres: Pemerintah sudah antisipasi kebutuhan daging sapi untuk Lebaran
04 April 2023 18:10 WIB, 2023
Penyidik Kejagung periksa tiga mantan Komisaris Utama Surveyor Indonesia
09 November 2022 9:58 WIB, 2022
Kejagung memeriksa dua karyawan Surveyor Indonesia terkait daging sapi
05 November 2022 9:08 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pelindo ajak perusahaan pelayaran bersinergi bangun jaringan logistik terpadu
05 August 2026 14:52 WIB
Komisaris MIND ID menilai PT Vale di Pomalaa dorong pertumbuhan ekonomi daerah
05 August 2026 14:45 WIB