BPS: Sulsel alami inflasi 1,12 persen pada Juli 2022
Senin, 1 Agustus 2022 19:01 WIB
Tangkapan layar Kepala BPS Sulsel Suntono saat memaparkan data statistik bulanan secara virtual di Makassar, Senin (1/8/2022). ANTARA/Muh Hasanuddin
Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) Suntono menyebutkan meningkatnya kebutuhan sarana dan transportasi khususnya angkutan udara di Sulsel mengakibatkan terjadinya inflasi 1,12 persen pada Juli 2022.
"Untuk kelompok transportasi ini andilnya terhadap inflasi berdasarkan 11 item kelompok pengeluaran sangat besar yakni 3,48 persen," ujarnya di Makassar, Senin.
Suntono mengatakan inflasi tersebut juga terjadi karena adanya kenaikan sejumlah harga komoditas yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Pada periode ini, kelompok makanan minuman dan tembakau juga menyumbang inflasi sebesar 1,53 persen, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,42 persen.
Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,40 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,47 persen.
Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 1,50 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,001 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,29 persen.
Terakhir, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar sebesar 0,15 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,74 persen.
"Ada kelompok pengeluaran yang inflasi dan ada juga yang alami deflasi. Yang deflasi itu kelompok transportasi sebesar 3,48 persen. Sementara kelompok informasi dan jasa keuangan itu yang terendah 0,001 persen," katanya.
Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini yaitu; angkutan udara, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, ikan cakalang, ikan layang, kebutuhan sekolah dasar, ikan kembung, ikan bandeng dan ikan teri.
Sementara komoditas yang menekan inflasi dan memberikan andil deflasi yaitu minta goreng, kangkung, daging ayam ras, tomat, cumi-cumi, jagung manis, daun kacang panjang, emas perhiasan, labu dan beras.
Lima kota yang menjadi sampel di Sulsel tercatat mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar dengan 1,25 persen, disusul Palopo 0,60 persen, Parepare dan Bulukumba masing-masing 0,56 persen serta Watampone sebesar 0,52 persen.
"Untuk kelompok transportasi ini andilnya terhadap inflasi berdasarkan 11 item kelompok pengeluaran sangat besar yakni 3,48 persen," ujarnya di Makassar, Senin.
Suntono mengatakan inflasi tersebut juga terjadi karena adanya kenaikan sejumlah harga komoditas yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Pada periode ini, kelompok makanan minuman dan tembakau juga menyumbang inflasi sebesar 1,53 persen, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,42 persen.
Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,40 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,47 persen.
Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 1,50 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,001 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,29 persen.
Terakhir, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar sebesar 0,15 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,74 persen.
"Ada kelompok pengeluaran yang inflasi dan ada juga yang alami deflasi. Yang deflasi itu kelompok transportasi sebesar 3,48 persen. Sementara kelompok informasi dan jasa keuangan itu yang terendah 0,001 persen," katanya.
Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini yaitu; angkutan udara, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, ikan cakalang, ikan layang, kebutuhan sekolah dasar, ikan kembung, ikan bandeng dan ikan teri.
Sementara komoditas yang menekan inflasi dan memberikan andil deflasi yaitu minta goreng, kangkung, daging ayam ras, tomat, cumi-cumi, jagung manis, daun kacang panjang, emas perhiasan, labu dan beras.
Lima kota yang menjadi sampel di Sulsel tercatat mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar dengan 1,25 persen, disusul Palopo 0,60 persen, Parepare dan Bulukumba masing-masing 0,56 persen serta Watampone sebesar 0,52 persen.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mayoritas wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Selasa, Makassar berawan tebal
08 July 2025 7:35 WIB
Terpopuler - Jasa
Libas Fulham 3-0, Manchester City pangkas jarak dengan Arsenal di puncak klasemen
12 February 2026 7:05 WIB
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB