DPKH Sulsel mencatat 986 ekor ternak sembuh dari PMK
Kamis, 25 Agustus 2022 19:04 WIB
Tim DPHK Sinjai melakukan pemeriksaan terhadap ternak sebagai upaya penanganan kasus PMK dan lainnya.ANTARA/HO-Pemkab Sinjai
Makassar (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 986 ekor hewan ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah itu telah sembuh.
Kadis DPKH Sulsel Nurlina Saking di Makassar, Kamis mengatakan, ratusan hewan ternak yang sudah dinyatakan sembuh itu berasal dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Jeneponto (438 ekor), Makassar (137 ekor), Takalar (82 ekor) dan Tana Toraja sebanyak 52 ekor.
"Selanjutnya Kabupaten Toraja Utara, Gowa (51 ekor), Bone (50 ekor), Bulukumba ( 46 ekor), Kabupaten Bantaeng (41 ekor), dan Kabupaten Luwu sebanyak 36 ekor," ujarnya.
Adapun total hewan ternak di Sulsel yang masih mengidap penyakit PMK dan dalam proses penyembuhan masih mencapai 2.372 ekor.
Dari ribuan ekor itu, kasus terbesar ditemukan di Kabupaten Jeneponto sebanyak 612 ekor ternak, disusul Takalar (577 ekor), Bulukumba (368 ekor), Bone (235 ekor), dan Enrekang sebanyak 179 ekor, Toraja Utara sebanyak 98 ekor.
Adapun sisanya tersebar di sejumlah daerah seperti Makassar, Gowa, Bantaeng, Sinjai, Pinrang, Pangkep, Soppeng hingga Luwu.
"Sementara untuk kasus kematian hewan ternak, sesuai data per hari ini sebanyak 70 ekor dan potong bersyarat sebanyak 559 ekor," sebutnya.
DPHK Sulsel dan kabupaten kota kini terus fokus melakukan berbagai upaya termasuk tentunya proses pemberian vaksin di daerah masing-masing.
Kepala DPHK Sinjai Burhanuddin, mengatakan selain vaksinasi, pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya diantaranya melakukan pemantauan atau identifikasi ternak yang diduga terinfeksi PMK serta sosialisasi kepada peternak.
DPHK Sinjai juga memberikan edukasi kepada peternak untuk aktif melakukan disinfektan menggunakan bahan yang ada seperti larutan cuka, bayclin dan soda api untuk pencegahan awal.
Kadis DPKH Sulsel Nurlina Saking di Makassar, Kamis mengatakan, ratusan hewan ternak yang sudah dinyatakan sembuh itu berasal dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Jeneponto (438 ekor), Makassar (137 ekor), Takalar (82 ekor) dan Tana Toraja sebanyak 52 ekor.
"Selanjutnya Kabupaten Toraja Utara, Gowa (51 ekor), Bone (50 ekor), Bulukumba ( 46 ekor), Kabupaten Bantaeng (41 ekor), dan Kabupaten Luwu sebanyak 36 ekor," ujarnya.
Adapun total hewan ternak di Sulsel yang masih mengidap penyakit PMK dan dalam proses penyembuhan masih mencapai 2.372 ekor.
Dari ribuan ekor itu, kasus terbesar ditemukan di Kabupaten Jeneponto sebanyak 612 ekor ternak, disusul Takalar (577 ekor), Bulukumba (368 ekor), Bone (235 ekor), dan Enrekang sebanyak 179 ekor, Toraja Utara sebanyak 98 ekor.
Adapun sisanya tersebar di sejumlah daerah seperti Makassar, Gowa, Bantaeng, Sinjai, Pinrang, Pangkep, Soppeng hingga Luwu.
"Sementara untuk kasus kematian hewan ternak, sesuai data per hari ini sebanyak 70 ekor dan potong bersyarat sebanyak 559 ekor," sebutnya.
DPHK Sulsel dan kabupaten kota kini terus fokus melakukan berbagai upaya termasuk tentunya proses pemberian vaksin di daerah masing-masing.
Kepala DPHK Sinjai Burhanuddin, mengatakan selain vaksinasi, pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya diantaranya melakukan pemantauan atau identifikasi ternak yang diduga terinfeksi PMK serta sosialisasi kepada peternak.
DPHK Sinjai juga memberikan edukasi kepada peternak untuk aktif melakukan disinfektan menggunakan bahan yang ada seperti larutan cuka, bayclin dan soda api untuk pencegahan awal.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas TPHP Sulbar dorong ekosistem hilirisasi peternakan secara terintegrasi
12 January 2026 21:23 WIB
Pj Gubernur Sulsel siap membantu pesantren bibit ternak varietas unggul
30 January 2025 18:50 WIB, 2025
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB