Gubernur Puji Swiss Contact Latih Petani Kakao
Kamis, 15 November 2012 17:27 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, ikut memberikan pujian dengan keberadaan SCCP (Sustainable Cocoa Production Program) Swiss Contact, yang selama ini telah aktif melakukan pembinaan terhadap petani kakao di Indonesia khususnya di wilayah Pulau Sulawesi.
"Keberadaan SCCP Swiss Contact cukup membantu petani dalam upaya peningkatan produksi kakao berkelanjutan. Tentunya, misi lembaga Swiss Contact ini sejalan dengan misi pemerintah melalui program Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Kakao) yang dicanangkan pada tahun 2008 silam,"kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, swisscontac ini merupakan organisasi yang melakukan kerjasama besar antara the swiss State Secretariot For Economic Affairs SECO dan perusahaan kakao swasta.
"Keberadaan Swisscontac ini patut kita berikan apresiasi karena memiliki program yang sejalan dengan apa yang selama ini kami perjuangan dalam meningkatkan produksi kakao,"katanya.
Betapa tidak kata dia, selama ini Swisscontact telah melakukan pelatihan kepada petani kakao andalan. Petani kakao yang dibina itu kelak menjadi penyuluh pada sekolah lapang pada petani kakao di daerah ini.
"Pelatihan petani yang dilakukan swisscontat jelas akan memberikan dampak positif untuk mengatasi persoalan kakao. Makanya, kita akan mendorong agar petani kakao lainnya juga bisa mendapatkan pendampingan atau pelatihan dari lembaga swisscontac,"ungkap Anwar.
Gubernur penggagas program Gernas kakao ini menyampaikan, secara umum Swisscontat telah menargetkan mampu melakukan pembinaan terhadap 60.000 petani kakao di Sulawesi dan untuk Sulbar telah mampu membina 35 kelompok tani.
"Petani yang telah dibina ini diharapkan bisa menularkan kepada petani lain dalam mendukung peningkatan produksi dan mutu kakao,"jelasnya.
Selama ini kata dia, buah kakao yang dihasilkan petani belum menghasilkan mutu yang berkualitas untuk memasok kebutuhan pasar internasional.
Ia mengatakan, mutu kakao harus bisa diterima hingga menembus pasar internasional. Persoalan mutu kakao Sulbar harus menjadi perhatian sebab mutu kakao Sulbar masih rendah.
Gubernur menyampaikan, ide pertemuan yang dilaksanakan oleh Swisscontact ini diharapkan bisa menghasilkan ide cemerlang dalam rangka upaya pembentukan Forum Stakeholder Kakao.
"Forum Stakholder Kakao ini akan menjadi mitra pemerintah provinsi Sulbar guna menyikapi setiap ada persoalan kakao yang dihadapi petani pada masa yang akan datang,"ungkapnya. (T.KR-ACO/N001)
"Keberadaan SCCP Swiss Contact cukup membantu petani dalam upaya peningkatan produksi kakao berkelanjutan. Tentunya, misi lembaga Swiss Contact ini sejalan dengan misi pemerintah melalui program Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Kakao) yang dicanangkan pada tahun 2008 silam,"kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, swisscontac ini merupakan organisasi yang melakukan kerjasama besar antara the swiss State Secretariot For Economic Affairs SECO dan perusahaan kakao swasta.
"Keberadaan Swisscontac ini patut kita berikan apresiasi karena memiliki program yang sejalan dengan apa yang selama ini kami perjuangan dalam meningkatkan produksi kakao,"katanya.
Betapa tidak kata dia, selama ini Swisscontact telah melakukan pelatihan kepada petani kakao andalan. Petani kakao yang dibina itu kelak menjadi penyuluh pada sekolah lapang pada petani kakao di daerah ini.
"Pelatihan petani yang dilakukan swisscontat jelas akan memberikan dampak positif untuk mengatasi persoalan kakao. Makanya, kita akan mendorong agar petani kakao lainnya juga bisa mendapatkan pendampingan atau pelatihan dari lembaga swisscontac,"ungkap Anwar.
Gubernur penggagas program Gernas kakao ini menyampaikan, secara umum Swisscontat telah menargetkan mampu melakukan pembinaan terhadap 60.000 petani kakao di Sulawesi dan untuk Sulbar telah mampu membina 35 kelompok tani.
"Petani yang telah dibina ini diharapkan bisa menularkan kepada petani lain dalam mendukung peningkatan produksi dan mutu kakao,"jelasnya.
Selama ini kata dia, buah kakao yang dihasilkan petani belum menghasilkan mutu yang berkualitas untuk memasok kebutuhan pasar internasional.
Ia mengatakan, mutu kakao harus bisa diterima hingga menembus pasar internasional. Persoalan mutu kakao Sulbar harus menjadi perhatian sebab mutu kakao Sulbar masih rendah.
Gubernur menyampaikan, ide pertemuan yang dilaksanakan oleh Swisscontact ini diharapkan bisa menghasilkan ide cemerlang dalam rangka upaya pembentukan Forum Stakeholder Kakao.
"Forum Stakholder Kakao ini akan menjadi mitra pemerintah provinsi Sulbar guna menyikapi setiap ada persoalan kakao yang dihadapi petani pada masa yang akan datang,"ungkapnya. (T.KR-ACO/N001)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Gowa minta lurah data warga yang belum dijamin program BPJS Kesehatan
13 February 2025 9:18 WIB
Bupati Gowa meminta YJI rutin edukasi kesehatan jantung ke masyarakat
17 October 2024 1:06 WIB, 2024
Bupati Gowa sebut pramuka wadah tingkatkan SDM sambut Indonesia Emas 2045
30 August 2024 16:12 WIB, 2024
Bupati Gowa raih penghargaan kepala daerah inovatif pada Kabar Award 2024
29 August 2024 20:06 WIB, 2024