Dinkes Sulsel masifkan edukasi pencegahan terhadap gagal ginjal akut
Selasa, 1 November 2022 13:41 WIB
Dinkes Sulawesi Selatan memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan terus memasifkan edukasi langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak.
Kepala Dinkes Sulsel Rosmini Pandin di Makassar, Selasa, mengingatkan orang tua lebih berhati-hati dan melakukan pemantauan urine pada tiap anak yang mengalami demam khususnya yang disertai dengan gejala batuk, diare, dan sebagainya.
"Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat tidak panik. Kami juga berterima kasih dukungan media untuk menyampaikan ke masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, sudah mengeluarkan edaran tentang pemberian obat harus sesuai dengan resep dokter. Dinkes juga meminta masyarakat untuk tidak membeli obat tanpa resep dari dokter.
"Sudah dibuat surat edaran bahwa setiap dokter wajib menulis resep obat dalam bentuk puyer," ujarnya.
Selain itu, Dinkes juga terus mengingatkan agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat seperti rutin mencuci tangan, makanan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak gampang terserang penyakit.
Rosmini juga mendorong kesiapan sarana kesehatan sehingga jika terjadi kasus, maka bisa langsung ditangani secara maksimal.
"Alhamdulillah, saat ini sudah mulai tenang (tidak ada penambahan kasus). Semoga dengan upaya pencegahan yang kita lakukan bisa maksimal," ujarnya.
Dari informasi yang beredar, sudah sebanyak 11 kasus dicurigai atau suspek mengalami gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di Sulawesi Selatan.
Belasan anak itu tersebar di sejumlah daerah diantaranya dari Makassar, Kabupaten Maros, Takalar, Luwu Timur, Gowa, Palopo, Sidrap dan Parepare.
Kepala Dinkes Sulsel Rosmini Pandin di Makassar, Selasa, mengingatkan orang tua lebih berhati-hati dan melakukan pemantauan urine pada tiap anak yang mengalami demam khususnya yang disertai dengan gejala batuk, diare, dan sebagainya.
"Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat tidak panik. Kami juga berterima kasih dukungan media untuk menyampaikan ke masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, sudah mengeluarkan edaran tentang pemberian obat harus sesuai dengan resep dokter. Dinkes juga meminta masyarakat untuk tidak membeli obat tanpa resep dari dokter.
"Sudah dibuat surat edaran bahwa setiap dokter wajib menulis resep obat dalam bentuk puyer," ujarnya.
Selain itu, Dinkes juga terus mengingatkan agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat seperti rutin mencuci tangan, makanan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak gampang terserang penyakit.
Rosmini juga mendorong kesiapan sarana kesehatan sehingga jika terjadi kasus, maka bisa langsung ditangani secara maksimal.
"Alhamdulillah, saat ini sudah mulai tenang (tidak ada penambahan kasus). Semoga dengan upaya pencegahan yang kita lakukan bisa maksimal," ujarnya.
Dari informasi yang beredar, sudah sebanyak 11 kasus dicurigai atau suspek mengalami gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di Sulawesi Selatan.
Belasan anak itu tersebar di sejumlah daerah diantaranya dari Makassar, Kabupaten Maros, Takalar, Luwu Timur, Gowa, Palopo, Sidrap dan Parepare.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyaluran pupuk subsidi di Sulsel mencapai 170.000 ton pada triwulan I 2026
14 April 2026 11:23 WIB