Perusahaan Sawit dan Masyarakat Lakukan "Cuci" Sungai
Rabu, 13 Februari 2013 20:46 WIB
Mamuju, Sulbar (Antara News) - Perusahaan kelapa sawit PT Mamuang dari kelompok Astra Agro Lestari tbk bersama masyarakat setempat dalam upaya menghindari bencana banjir melakukan kegiatan "cuci" Sungai Sonjo di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Kegiatan "cuci" sungai Sonjo dilakukan selama sepekan dengan cara melakukan pembersihan sungai dari sampah dan kayu tebangan yang menghambat laju air, melancarkan aliran air, mengeruk dasar sungai untuk hindari pendangkalan, demikian pemantauan di Sungai Sonjo Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Rabu.
Sungai Sonjo tertelak di Desa Pajalele, Kecamatan Tikke Raya, Sulawesi Barat, selalu meluap setiap musim hujan. Kebun sawit dan tanaman lainnya dari masyarakat yang berada di sekitar sungai sering tergenang air. Penyebabnya adalah kurang lancarnya aliran air sungai karena banyak material kayu dan sampah tersangkut di tengah sungai. Selain itu, pendangkalan dan menyempitnya sungai juga menjadi pemicu banjir.
Karena itulah, PT Mamuang bersama masyarakat sekitar mengadakan cuci sungai 4-10 Februari 2013. Dengan kegiatan ini, masyarakat sekaligus memperdalam dasar sungai dan berupaya membersihkan penghalang agar air sungai mengalir lancar.
Kegiatan ini diawali pertemuan CDO PT Mamuang Budi Sulistyo dengan Kades Pajalele Erwin dan disepakati PT Mamuang membantu kegiatan dengan menyediakan escavator (alat berat).
Menurut Sultan (45) warga Pajalele, jika musim penghujan air akan menggenangi kebun sawitnya, lebih dari empat hari. "Akibatnya saya tidak bisa bekerja di kebun," katanya dan melanjutkan, Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada PT Mamuang.
Demikian juga Haris (50) yang mempunyai kebun coklat dan jagung seluas empat hektare. "Jika terjadi banjir makan panen jagung tidak maksimal sedangkan tanaman coklat saya sudah tidak produktif lagi karena terserang penyakit," ujarnya.
Selain "mencuci sungai" (membersihkan, mengeruk dan memperlacar aliran air sungai), PT Mamuang juga membangun tanggul di kedua sisi sungai setinggi lebih dari dua meter untuk antisipasi debit air yang besar agar tidak meluap ke kebun masyarakat.
Diharapkan, dengan kegiatan ini kebun-kebun milik masyarakat sekitar aliran Sungai Sonjo tidak kebanjiran lagi, ujar Budi Sulistyo. (Editor : Fredrich C Kuen)
Kegiatan "cuci" sungai Sonjo dilakukan selama sepekan dengan cara melakukan pembersihan sungai dari sampah dan kayu tebangan yang menghambat laju air, melancarkan aliran air, mengeruk dasar sungai untuk hindari pendangkalan, demikian pemantauan di Sungai Sonjo Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Rabu.
Sungai Sonjo tertelak di Desa Pajalele, Kecamatan Tikke Raya, Sulawesi Barat, selalu meluap setiap musim hujan. Kebun sawit dan tanaman lainnya dari masyarakat yang berada di sekitar sungai sering tergenang air. Penyebabnya adalah kurang lancarnya aliran air sungai karena banyak material kayu dan sampah tersangkut di tengah sungai. Selain itu, pendangkalan dan menyempitnya sungai juga menjadi pemicu banjir.
Karena itulah, PT Mamuang bersama masyarakat sekitar mengadakan cuci sungai 4-10 Februari 2013. Dengan kegiatan ini, masyarakat sekaligus memperdalam dasar sungai dan berupaya membersihkan penghalang agar air sungai mengalir lancar.
Kegiatan ini diawali pertemuan CDO PT Mamuang Budi Sulistyo dengan Kades Pajalele Erwin dan disepakati PT Mamuang membantu kegiatan dengan menyediakan escavator (alat berat).
Menurut Sultan (45) warga Pajalele, jika musim penghujan air akan menggenangi kebun sawitnya, lebih dari empat hari. "Akibatnya saya tidak bisa bekerja di kebun," katanya dan melanjutkan, Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada PT Mamuang.
Demikian juga Haris (50) yang mempunyai kebun coklat dan jagung seluas empat hektare. "Jika terjadi banjir makan panen jagung tidak maksimal sedangkan tanaman coklat saya sudah tidak produktif lagi karena terserang penyakit," ujarnya.
Selain "mencuci sungai" (membersihkan, mengeruk dan memperlacar aliran air sungai), PT Mamuang juga membangun tanggul di kedua sisi sungai setinggi lebih dari dua meter untuk antisipasi debit air yang besar agar tidak meluap ke kebun masyarakat.
Diharapkan, dengan kegiatan ini kebun-kebun milik masyarakat sekitar aliran Sungai Sonjo tidak kebanjiran lagi, ujar Budi Sulistyo. (Editor : Fredrich C Kuen)
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR: Audit transparan perusahaan sawit bisa turunkan harga minyak goreng
30 May 2022 8:39 WIB, 2022
Polres Pasangkayu Sulbar vaksinasi karyawan perusahaan sawit untuk cegah COVID-19
06 March 2022 6:43 WIB, 2022