Dokter mengimbau warga digigit anjing segera disuntik VAR
Jumat, 7 Juli 2023 14:36 WIB
Vaksinator dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melakukan vaksinasi rabies pada anjing peliharaan warga di Kelurahan Waioti, Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (14/5/2023). (ANTARA/HO-Dinas Pertanian Kabupaten Sikka)
Maumere (ANTARA) -
Dokter Spesialis Anak RSUD TC Hillers, Mario Nara mengimbau masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur untuk segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan (faskes) guna mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) apabila terkena gigitan hewan penular rabies (HPR) khususnya anjing.
"Bila ada anak yang digigit, segera cuci luka dengan air dan detergen lalu ke faskes terdekat untuk mendapatkan perawatan luka dan suntikan VAR," kata Mario di Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat.
Hal itu dia sampaikan menyikapi adanya satu kasus gigitan terhadap seorang anak kecil berusia enam tahun yang tidak segera mendapatkan VAR usai digigit.
Bocah laki-laki asal Hikong, Talibura itu digigit anjing pada dagu sekitar tanggal 11 Juni 2023. Namun, bocah tersebut bersama ibunya baru berobat ke Puskesmas Boganatar pada tanggal 3 Juli 2023.
Mario menjelaskan anak tersebut masih dirawat di ruang isolasi ruangan anak Melati. Sang anak menunjukkan gejala gelisah, bicara sembarang, makan sedikit, dan tidak bisa minum.
"Masih terpasang infus dan diberikan nutrisi lewat cairan infus itu," katanya menerangkan.
Atas kondisi ini, Mario mengingatkan orang tua untuk waspada dan mengajak kerja sama semua pihak untuk mewaspadai gigitan anjing.
Kasus gigitan HPR, katanya harus segera ditangani dengan pencucian luka yang benar dan perawatan berupa VAR atau SAR sesuai indikasi pada faskes.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD dr T. C. Hillers Maumere, Asep Purnama juga menekankan pentingnya penanganan yang cepat dan tepat terhadap kasus gigitan HPR.
Ia menjelaskan penanganan harus dilakukan sesegera mungkin usai terjadi gigitan agar virus rabies tidak mencapai otak.
Untuk kasus dengan risiko rendah, katanya pasien dapat langsung diberikan vaksin anti rabies (VAR).
Namun, untuk kasus dengan risiko tinggi, pasien harus diberikan VAR dengan serum antirabies (SAR).
"Rabies memang penyakit yang mematikan, tapi bisa dicegah dengan cuci luka yang tepat serta pemberian VAR dan SAR sesuai indikasi. Namun, rabies harus dimulai dengan pencegahan penularan melalui vaksinasi HPR khususnya anjing," kata Asep.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim dokter hewan Dinas TPHP periksa kesehatan terhadap anjing K9 Polda Sulbar
19 August 2024 15:13 WIB, 2024
Karantina Sulbar gagalkan kiriman daging anjing dari Kalimantan ke Manado
23 December 2023 20:49 WIB, 2023
Anjing liar menggigit pengujung objek wisata Kete Kesu di Toraja Utara
22 December 2023 18:26 WIB, 2023
11 kecamatan di Timor Tengah Selatan NTT melaporkan kasus gigitan anjing
02 June 2023 9:45 WIB, 2023
Anjing pelacak K-9 menyisir Gereja Katedral Jakarta menjelang Misa Natal
24 December 2022 16:34 WIB, 2022
Pomal Lantamal VI Makassar beri pelatihan anjing pelacak K-9 bagi personelnya
21 October 2022 20:16 WIB, 2022
Ditresnarkoba Polda Sulsel tangkap pemilik 8.000 butir obat terlarang kategori daftar G
22 September 2022 21:32 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB