Danrem 142/Tatag bantu penderita stunting di Mamasa
Selasa, 24 Oktober 2023 5:26 WIB
Ilustrasi - Prajurit TNI AD membantu siswa Sekolah Dasar (SD) mengambil makanan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 118 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (23/10/2023). Kegiatan yang digagas oleh Kodam II/Sriwijaya yang bertujuan untuk menurunkan dan mencegah stunting pada anak-anak SD. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym).
Mamuju (ANTARA) - Komandan Korem (Danrem) 142 Taroada Tarogau (Tatag) Mamuju Brigadir Jendral (Brigjend) TNI Deni Rejeki, SE, MSi membantu penderita stunting di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Danrem 142 Tatag Brigadir Jendral (Brigjend) TNI Deni Rejeki, SE, MSi, di Mamasa, Senin, mengatakan, sebanyak 50 paket bantuan sembako dan 50 rak telur telah diberikan kepada keluarga yang berisiko stunting di Mamasa.
Ia mengatakan, bantuan sembako untuk penderita stunting di Mamasa, sebagai upaya dalam membantu pemerintah Sulbar untuk melakukan percepatan penurunan stunting di wilayahnya.
Berdasarkan data pemerintah, angka penderita stunting di Sulbar mencapai 35 persen dan berada pada peringkat kedua tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut dia, stunting terjadi di Sulbar, akibat masih tingginya kemiskinan ekstrem, pernikahan dini dan tingginya angka putus sekolah.
Ia berharap, dengan adanya bantuan yang diberikan ini dapat meningkatkan nutrisi gizi anak-anak sejak dini, sehingga dapat tumbuh sehat dan cerdas serta menjadi pemuda-pemudi kebanggaan orang tua.
Dalam penurunan angka stunting di Sulbar, pemerintah di Mamuju juga telah memberikan edukasi masyarakat agar menjaga bayinya agar tetap sehat dan tidak terindikasi stunting.
Danrem 142 Tatag Brigadir Jendral (Brigjend) TNI Deni Rejeki, SE, MSi, di Mamasa, Senin, mengatakan, sebanyak 50 paket bantuan sembako dan 50 rak telur telah diberikan kepada keluarga yang berisiko stunting di Mamasa.
Ia mengatakan, bantuan sembako untuk penderita stunting di Mamasa, sebagai upaya dalam membantu pemerintah Sulbar untuk melakukan percepatan penurunan stunting di wilayahnya.
Berdasarkan data pemerintah, angka penderita stunting di Sulbar mencapai 35 persen dan berada pada peringkat kedua tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut dia, stunting terjadi di Sulbar, akibat masih tingginya kemiskinan ekstrem, pernikahan dini dan tingginya angka putus sekolah.
Ia berharap, dengan adanya bantuan yang diberikan ini dapat meningkatkan nutrisi gizi anak-anak sejak dini, sehingga dapat tumbuh sehat dan cerdas serta menjadi pemuda-pemudi kebanggaan orang tua.
Dalam penurunan angka stunting di Sulbar, pemerintah di Mamuju juga telah memberikan edukasi masyarakat agar menjaga bayinya agar tetap sehat dan tidak terindikasi stunting.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulbar luncurkan pelayanan rujukan stunting terpadu di RSUD Mamuju
23 December 2025 19:31 WIB
Pemprov Sulbar libatkan perusahaan tangani stunting dan kemiskinan ekstrem
04 December 2025 5:07 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Sulsel mulai bangun 52,15 km jalan provinsi lintasi Gowa hingga Takalar
11 February 2026 7:40 WIB