PLN: Masyarakat Wajo paling banyak terima program BPBL di Indonesia
Jumat, 24 November 2023 12:55 WIB
Penyalaan listrik untuk keluarga prasejahtera yang menerima Program BPBL oleh PLN di Kabupaten Wajo, Sulsel. ANTARA/HO-Humas PLN
Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) mencatat program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) paling banyak diterima oleh masyarakat pra sejahtera di Kabupaten Wajo yakni 1.773 rumah dari 7.500 rumah tangga yang memperoleh bantuan ini di Provinsi Sulawesi Selatan.
Bupati Wajo Amran Mahmud melalui keterangannya di Makassar, Kamis, mengapresiasi kontribusi Pemerintah, Kementerian ESDM serta PLN. Berkat konstribusi ini, sebanyak 1.773 rumah tangga prasejahtera memperoleh BPBL di Kabupaten Wajo dan menjadi wilayah dengan penyaluran bantuan terbanyak di Indonesia.
“Apresiasi yang luar biasa atas kontribusi dari Pemerintah, Kementerian ESDM serta PLN sehingga warga di Kabupaten Wajo bisa memperoleh bantuan pasang baru terbanyak di Indonesia,” ujar Amran.
BPBL merupakan program bantuan pemasangan baru listrik bagi rumah tangga kurang mampu meliputi pemasangan instalasi tenaga listrik, biaya sertifikasi laik operasi (SLO), biaya penyambungan baru ke PLN, dan pengisian token listrik perdana. Penerima BPBL terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
“Syukur alhamdulilah, kami sekeluarga bisa menikmati listrik secara gratis. Terimakasih atas bantuan ini, dengan adanya listrik akan membantu dalam penerangan saat kerja,” ujar Ernawati, seorang warga Kelurahan Sitampae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.
Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris berharap kehadiran listrik PLN dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih PLN, Kementerian ESDM atas kerja samanya. Mari kita bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ungkap Andi Yuliani Paris.
Sebelumnya, Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN Fintje Lumembang menyatakan dengan meratanya layanan listrik bagi seluruh masyarakat prasejahtera khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta meningkatkan rasio elektrifikasi menuju 100 persen.
Tercatat saat ini rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan mencapai 99,99 persen.
“Dengan kerja sama dan dukungan para stakeholders, PLN berkomitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Yakni dengan mempermudah akses listrik bagi keluarga prasejahtera untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik,” jelas Fintje.
Diketahui bahwa setiap keluarga penerima program BPBL akan mendapatkan fasilitas seperti pemasangan instalasi listrik rumah sebanyak 3 titik lampu + 1 stop kontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO); serta pengisian token listrik perdana secara gratis. Sehingga begitu pemasangan selesai, masyarakat bisa langsung menggunakannya.
Bupati Wajo Amran Mahmud melalui keterangannya di Makassar, Kamis, mengapresiasi kontribusi Pemerintah, Kementerian ESDM serta PLN. Berkat konstribusi ini, sebanyak 1.773 rumah tangga prasejahtera memperoleh BPBL di Kabupaten Wajo dan menjadi wilayah dengan penyaluran bantuan terbanyak di Indonesia.
“Apresiasi yang luar biasa atas kontribusi dari Pemerintah, Kementerian ESDM serta PLN sehingga warga di Kabupaten Wajo bisa memperoleh bantuan pasang baru terbanyak di Indonesia,” ujar Amran.
BPBL merupakan program bantuan pemasangan baru listrik bagi rumah tangga kurang mampu meliputi pemasangan instalasi tenaga listrik, biaya sertifikasi laik operasi (SLO), biaya penyambungan baru ke PLN, dan pengisian token listrik perdana. Penerima BPBL terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
“Syukur alhamdulilah, kami sekeluarga bisa menikmati listrik secara gratis. Terimakasih atas bantuan ini, dengan adanya listrik akan membantu dalam penerangan saat kerja,” ujar Ernawati, seorang warga Kelurahan Sitampae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.
Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris berharap kehadiran listrik PLN dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih PLN, Kementerian ESDM atas kerja samanya. Mari kita bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ungkap Andi Yuliani Paris.
Sebelumnya, Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN Fintje Lumembang menyatakan dengan meratanya layanan listrik bagi seluruh masyarakat prasejahtera khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta meningkatkan rasio elektrifikasi menuju 100 persen.
Tercatat saat ini rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan mencapai 99,99 persen.
“Dengan kerja sama dan dukungan para stakeholders, PLN berkomitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Yakni dengan mempermudah akses listrik bagi keluarga prasejahtera untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik,” jelas Fintje.
Diketahui bahwa setiap keluarga penerima program BPBL akan mendapatkan fasilitas seperti pemasangan instalasi listrik rumah sebanyak 3 titik lampu + 1 stop kontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi Sertifikat Laik Operasi (SLO); serta pengisian token listrik perdana secara gratis. Sehingga begitu pemasangan selesai, masyarakat bisa langsung menggunakannya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekda Makassar: Forum Perangkat Daerah kunci sinkronisasi program kesehatan 2027
03 February 2026 10:28 WIB
Gubernur Sulsel tegaskan siap jalankan program prioritas Presiden Prabowo
03 February 2026 10:26 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB