Pemprov Sulbar kembangkan industri minyak goreng di Majene
Jumat, 23 Februari 2024 0:08 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyusun rencana pengembangan industri minyak goreng di Kabupaten Majene sebagai penghasil kelapa dalam, di Mamuju, Kamis (22/2/2024). (ANTARA/HO Humas Pemprov Sulbar)
Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyusun rencana pengembangan industri minyak goreng di Kabupaten Majene sebagai penghasil kelapa.
Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Andi Kamalia di Majene, Kamis, mengatakan pembangunan industri minyak goreng di Majene telah dibahas dan direncanakan dan akan mulai dilaksanakan pada 2025.
Ia mengatakan Pemprov Sulbar menginginkan agar Majene dapat menjadi industri pengolahan minyak goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO) karena Majene penghasil kelapa dengan produksi sekitar 8.500 ton per tahun dan potensi luas lahan mencapai 6.500 hektare.
Menurut dia, upaya tersebut akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat agar memberikan dukungan dalam membangun industri minyak
"Perlu adanya upaya lompatan yang serius dalam mengembangkan kelapa dalam sebagai komoditi perkebunan di Sulbar," katanya.
Ia mengatakan Pemprov Sulbar tidak akan lagi melakukan perluasan wilayah perkebunan kelapa, tetapi juga akan membangun industri minyak goreng.
"Optimalisasi lahan perkebunan sebagai upaya peningkatan produksi harus dilakukan dan juga membangun industri agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan upaya membangun industri minyak goreng sejalan dengan arah pembangunan pemerintah pusat yang akan membangun industri di segala sektor untuk meningkatkan ekonomi negara.
Pemprov Sulbar juga menyusun program pembangunan industri perkebunan di berbagai komoditi termasuk kelapa untuk mendukung program Pemerintah Pusat.*
Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Andi Kamalia di Majene, Kamis, mengatakan pembangunan industri minyak goreng di Majene telah dibahas dan direncanakan dan akan mulai dilaksanakan pada 2025.
Ia mengatakan Pemprov Sulbar menginginkan agar Majene dapat menjadi industri pengolahan minyak goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO) karena Majene penghasil kelapa dengan produksi sekitar 8.500 ton per tahun dan potensi luas lahan mencapai 6.500 hektare.
Menurut dia, upaya tersebut akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat agar memberikan dukungan dalam membangun industri minyak
"Perlu adanya upaya lompatan yang serius dalam mengembangkan kelapa dalam sebagai komoditi perkebunan di Sulbar," katanya.
Ia mengatakan Pemprov Sulbar tidak akan lagi melakukan perluasan wilayah perkebunan kelapa, tetapi juga akan membangun industri minyak goreng.
"Optimalisasi lahan perkebunan sebagai upaya peningkatan produksi harus dilakukan dan juga membangun industri agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan upaya membangun industri minyak goreng sejalan dengan arah pembangunan pemerintah pusat yang akan membangun industri di segala sektor untuk meningkatkan ekonomi negara.
Pemprov Sulbar juga menyusun program pembangunan industri perkebunan di berbagai komoditi termasuk kelapa untuk mendukung program Pemerintah Pusat.*
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB