UNIDO dampingi 1.500 petani rumput laut Sulsel dalam program GQSP
Rabu, 24 April 2024 9:29 WIB
Value chain expert UNIDO Budi Sarjana Julianto bersama Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel Muhammad Ilyas (tengah kiri) disela peluncuran Program Budidaya Tradisional Plus di Kabupaten Maros, Selasa (23/4/2024). Antara/ Suriani Mappong
Maros (ANTARA) - Oranisasi dunia di bawah naungan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni United Nation Industrial Development Organization (UNIDO) dalam program Global Quality and Standards Programme (GQSP) telah melakukan pendampingan 1.500 petani rumput laut di Sulawesi Selatan.
"Sejak tahun lalu kami sudah melakukan diseminasi pada 1.500 petani rumput laut yang awalnya masih menggunakan cara tradisional, kita bantu dengan sentuhan teknologi untuk meningkatkan produksi," kata Value chain expert UNIDO Budi Sarjana Julianto di sela-sela peluncuran Proram Budidaya Tradisional Plus di Kabupaten Maros, Selasa.
Dia mengatakan setelah petani dibantu dalam penyebaran bibit, juga dilakukan diseminasi dengan menggunakan teknologi dalam melakukan budidaya rumput laut.
Pendampingan itu dilakukan dengan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, masyarakat, unsur LSM dan juga swasta. Hasilnya, 1.500 petani rumput laut yang di Kabupaten Takalar, Bulukumba, Jeneponto, Maros dan Kabupaten Pangkep.
Sementara itu, untuk Program Budidaya Tradisional Plus yang diluncurkan eFishery bersama Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Sulsel serta para mitra diawali di Kabupaten Maros di tambak percontohan Balai Instalasi Tambak Silvofishery Kementerian Kelautan Dan Perikanan.
"Setelah di Maros, maka selanjutnya akan dikembangkan di Kabupaten Barru dan Kabupaten Pangkep," jelasnya.
Dengan demikian, lanjut dia, sudah ada peta pengembangan budidaya tradisional plus yang diberlakukan untuk memproduksi udang vaname dengan peningkatan produksi 30 persen lebih banyak dibandingkan dengan cara tradisional tanpa teknologi.
Value chain expert UNIDO Budi Sarjana Julianto disela peluncuran Program Budidaya Tradisional Plus di Kabupaten Maros, Selasa (23/4/2024). Antara/ Suriani Mappong
"Sejak tahun lalu kami sudah melakukan diseminasi pada 1.500 petani rumput laut yang awalnya masih menggunakan cara tradisional, kita bantu dengan sentuhan teknologi untuk meningkatkan produksi," kata Value chain expert UNIDO Budi Sarjana Julianto di sela-sela peluncuran Proram Budidaya Tradisional Plus di Kabupaten Maros, Selasa.
Dia mengatakan setelah petani dibantu dalam penyebaran bibit, juga dilakukan diseminasi dengan menggunakan teknologi dalam melakukan budidaya rumput laut.
Pendampingan itu dilakukan dengan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, masyarakat, unsur LSM dan juga swasta. Hasilnya, 1.500 petani rumput laut yang di Kabupaten Takalar, Bulukumba, Jeneponto, Maros dan Kabupaten Pangkep.
Sementara itu, untuk Program Budidaya Tradisional Plus yang diluncurkan eFishery bersama Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Sulsel serta para mitra diawali di Kabupaten Maros di tambak percontohan Balai Instalasi Tambak Silvofishery Kementerian Kelautan Dan Perikanan.
"Setelah di Maros, maka selanjutnya akan dikembangkan di Kabupaten Barru dan Kabupaten Pangkep," jelasnya.
Dengan demikian, lanjut dia, sudah ada peta pengembangan budidaya tradisional plus yang diberlakukan untuk memproduksi udang vaname dengan peningkatan produksi 30 persen lebih banyak dibandingkan dengan cara tradisional tanpa teknologi.
Value chain expert UNIDO Budi Sarjana Julianto disela peluncuran Program Budidaya Tradisional Plus di Kabupaten Maros, Selasa (23/4/2024). Antara/ Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Sidrap hadirkan TeknoFarm Sarprofest dorong produktivitas padi petani
06 February 2026 6:20 WIB
Kampus Kopi Sinjai buka kelas kopi untuk wisatawan di kawasan agro-eduwisata Madaya
21 October 2025 4:41 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB