Pemprov Sulbar libatkan semua sektor cegah munculnya kasus stunting baru
Sabtu, 13 Juli 2024 22:24 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencegah munculnya penderita stunting baru dengan melibatkan seluruh sektor untuk bersama melakukan penanganan, di Mamuju, Sabtu (13/7/2024) ANTARA Foto/HO Humas Pemprov Sulbar
Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melibatkan semua sektor untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Dan Riset Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, Junda Maulana mengatakan telah menyiapkan program penanganan stunting terpadu (Pastipadu) melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerjasama menangani stunting.
"Harapannya bisa semakin menekan kasus stunting ," katanya di Mamuju, Sabtu.
Menurut dia, stunting merupakan permasalahan global harus lebih serius ditangani melalui program yang lebih terpadu dan komprehensif, melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan.
"Sehingga penanganan stunting, mulai dari aksi intervensi, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, harus lebih fokus dan tepat sasaran, dan dilaksanakan secara terpadu," katanya.
Ia berharap dengan program Pastipadu mampu menekan penderita stunting.
Pemprov Sulbar telah menurunkan angka penderita stunting sekitar 4,7 persen, yakni dari 35 persen menjadi 30,3 persen pada 2023.
Ia mengatakan, Pemprov Sulbar terus berupaya agar angka penderita stunting di Sulbar dapat turun hingga 14 persen sesuai target.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Dan Riset Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, Junda Maulana mengatakan telah menyiapkan program penanganan stunting terpadu (Pastipadu) melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerjasama menangani stunting.
"Harapannya bisa semakin menekan kasus stunting ," katanya di Mamuju, Sabtu.
Menurut dia, stunting merupakan permasalahan global harus lebih serius ditangani melalui program yang lebih terpadu dan komprehensif, melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan.
"Sehingga penanganan stunting, mulai dari aksi intervensi, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, harus lebih fokus dan tepat sasaran, dan dilaksanakan secara terpadu," katanya.
Ia berharap dengan program Pastipadu mampu menekan penderita stunting.
Pemprov Sulbar telah menurunkan angka penderita stunting sekitar 4,7 persen, yakni dari 35 persen menjadi 30,3 persen pada 2023.
Ia mengatakan, Pemprov Sulbar terus berupaya agar angka penderita stunting di Sulbar dapat turun hingga 14 persen sesuai target.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulbar luncurkan pelayanan rujukan stunting terpadu di RSUD Mamuju
23 December 2025 19:31 WIB
Pemprov Sulbar libatkan perusahaan tangani stunting dan kemiskinan ekstrem
04 December 2025 5:07 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan ruas jalan Kalosi--Cece dan Malauwe--Surakan di Enrekang
25 January 2026 6:07 WIB