Badan Geologi Kementerian ESDM dorong bentang Karst Maros-Pangkep dilindungi
Kamis, 21 November 2024 6:16 WIB
Pengunjung yang merupakan peserta kegiatan Sosialisasi Kawasan Lindung Geologi yang diinisiasi Badan Geologi, Kementerian ESDM berkunjung ke kawasan karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (20/11/2024). ANTARA/Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian ESDM mendorong kawasan bentang karst yang tersebar di Indonesia agar dilindungi, termasuk Kawasan Bentang Karst Maros-Pangkep seluas 42.600 hektare atau karst terluas di Indonesia dan ketiga di dunia.
"Hal itu menjadi urgen, sehingga Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hadir di sini untuk memberikan pemahaman pentingnya kawasan lindung geologi itu," kata General Manager Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan di Makassar, Rabu.
Karena itu, kata dia, Sosialisasi Kawasan Lindung Geologi yang digagas Badan Geologi, Kementerian ESDM di Makassar selama dua hari, yakni 19-20 November 2024, diharapkan dapat menguatkan pelaksanaan di lapangan.
Kondisi itu mengingat maraknya aktivitas pertambangan dan pesatnya pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah bentang karst atau pegunungan kapur itu.
Dedy mengatakan sosialisasi yang digelar Badan Geologi ini salah satu tujuannya untuk menguatkan pengelola kawasan bentang karst dengan mengoptimalkan perlindungan melalui kolaborasi multipihak.
Hingga saat ini, Indonesia telah menetapkan tiga kawasan Cagar Alam Geologi (CAG) dan 14 Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK), termasuk di dalamnya Bentang Alam Karst Maros Pangkep yang baru diresmikan tahun ini.
Sementara itu, Sekjen Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Sunung Baskoro mengatakan KBAK memiliki potensi sebagai geowisata dan juga memiliki nilai sejarah dari sudut arkeologi, karena terdapat situs-situs purbakala seperti di Leang-Leang, Maros yang terdapat bekas telapak tangan dan gambar babi rusa yang diprediksi 40 ribu tahun silam.
Dia mengatakan, banyak KBAK di wilayah Indonesia Timur itu merupakan peninggalan prasejarah dari sisi arkeologi maupun dari geologi, sehingga perlu adanya penelitian kolaborasi antara arkeologi dan geologi dan memunculkan cabang geoarkeologi.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Geologi Tata Lingkungan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Indra Badri mengatakan, KBAK menyimpan banyak keunikan yang berbeda dari satu lokasi dengan lokasi lainnya.
"Karena itu, KBAK yang menyimpan banyak keunikan itu harus dilakukan konservasi dan dilakukan penataan di lapangan," ujarnya.*
Ketua Masyarakat Geologi Tata Lingkungan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Indra Badri (kiri) dan Sekjen Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Sunung Baskoro saat berkunjung ke kawasan karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (20/11/2024). ANTARA/Suriani Mappong
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi Kementerian ESDM dorong bentang karst dilindungi
"Hal itu menjadi urgen, sehingga Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hadir di sini untuk memberikan pemahaman pentingnya kawasan lindung geologi itu," kata General Manager Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan di Makassar, Rabu.
Karena itu, kata dia, Sosialisasi Kawasan Lindung Geologi yang digagas Badan Geologi, Kementerian ESDM di Makassar selama dua hari, yakni 19-20 November 2024, diharapkan dapat menguatkan pelaksanaan di lapangan.
Kondisi itu mengingat maraknya aktivitas pertambangan dan pesatnya pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah bentang karst atau pegunungan kapur itu.
Dedy mengatakan sosialisasi yang digelar Badan Geologi ini salah satu tujuannya untuk menguatkan pengelola kawasan bentang karst dengan mengoptimalkan perlindungan melalui kolaborasi multipihak.
Hingga saat ini, Indonesia telah menetapkan tiga kawasan Cagar Alam Geologi (CAG) dan 14 Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK), termasuk di dalamnya Bentang Alam Karst Maros Pangkep yang baru diresmikan tahun ini.
Sementara itu, Sekjen Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Sunung Baskoro mengatakan KBAK memiliki potensi sebagai geowisata dan juga memiliki nilai sejarah dari sudut arkeologi, karena terdapat situs-situs purbakala seperti di Leang-Leang, Maros yang terdapat bekas telapak tangan dan gambar babi rusa yang diprediksi 40 ribu tahun silam.
Dia mengatakan, banyak KBAK di wilayah Indonesia Timur itu merupakan peninggalan prasejarah dari sisi arkeologi maupun dari geologi, sehingga perlu adanya penelitian kolaborasi antara arkeologi dan geologi dan memunculkan cabang geoarkeologi.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Geologi Tata Lingkungan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Indra Badri mengatakan, KBAK menyimpan banyak keunikan yang berbeda dari satu lokasi dengan lokasi lainnya.
"Karena itu, KBAK yang menyimpan banyak keunikan itu harus dilakukan konservasi dan dilakukan penataan di lapangan," ujarnya.*
Ketua Masyarakat Geologi Tata Lingkungan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Indra Badri (kiri) dan Sekjen Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Sunung Baskoro saat berkunjung ke kawasan karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (20/11/2024). ANTARA/Suriani Mappong
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi Kementerian ESDM dorong bentang karst dilindungi
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Maros menilai potensi Geopark belum dioptimalkan menarik Wisman
30 December 2024 0:47 WIB, 2024
Badan Geologi Kementerian ESDM sosialisasikan Kawasan Lindung Geologi
19 November 2024 17:26 WIB, 2024
Komunitas Anak Sungai Rammang-Rammang Maros sosialisasi selamatkan sungai
14 June 2023 20:42 WIB, 2023
Pengamat satwa liar dorong Pemkab Maros selamatkan biodiversiti melalui kebijakan
12 March 2023 11:31 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag Sulsel pantau hilal 1 Syawal 1447 H di menara kampus Unismuh Makassar
18 March 2026 22:12 WIB