Belasan pegawai Rutan Makassar menjalani tes urine mendadak
Selasa, 3 Desember 2024 13:09 WIB
Petugas pemeriksa Rifai (kanan) memperlihatkan urine untuk diuji saat pemeriksaan urine mendadak di Rumah Tahanan (Rutan) Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12/2024). ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Rutan Makassar.
Makassar (ANTARA) - Belasan pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I A Makassar, Sulawesi Selatan menjalani tes urine mendadak usai apel pagi sebagai langkah pengawasan terhadap integritas pegawai termasuk mencegah peredaran narkotika di Rutan setempat.
"Tes urine secara acak ini sebagai bagian dari upaya menjaga integritas petugas dan ini akan rutin dilakukan," ujar Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, Selasa.
Ia menjelaskan langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto untuk memperketat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
"Selain itu, kita juga akan terus menggelar penggeledahan di kamar warga binaan untuk mencegah peredaran barang terlarang," papar Jayadikusumah.
Ia juga menyampaikan rencana besar ke depan, yaitu agenda pertemuan tatap muka oleh Presiden Prabowo Subianto dengan warga binaan pemasyarakatan melalui daring.
“Mungkin nanti teknisnya virtual, ini adalah momen penting untuk menunjukkan perhatian negara terhadap pembinaan narapidana di Rutan maupun Lapas di seluruh Indonesia," tuturnya menambahkan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Makassar, Andi Erdiyangsah Bahar yang memimpin pemeriksaan didampingi Akhmad Rifai, petugas dari Klinik DR. Sahardjo, memastikan bahwa seluruh hasil tes menunjukkan hasil negatif.
Erdiyangsah bilang, tes urine ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Kelas I Makassar dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba, baik di lingkungan petugas maupun warga binaan.
"Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan urine tadi, sebanyak 11 orang pegawai tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba dari tes yang dilakukan pagi tadi," tuturnya menekankan.
"Tes urine secara acak ini sebagai bagian dari upaya menjaga integritas petugas dan ini akan rutin dilakukan," ujar Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, Selasa.
Ia menjelaskan langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto untuk memperketat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
"Selain itu, kita juga akan terus menggelar penggeledahan di kamar warga binaan untuk mencegah peredaran barang terlarang," papar Jayadikusumah.
Ia juga menyampaikan rencana besar ke depan, yaitu agenda pertemuan tatap muka oleh Presiden Prabowo Subianto dengan warga binaan pemasyarakatan melalui daring.
“Mungkin nanti teknisnya virtual, ini adalah momen penting untuk menunjukkan perhatian negara terhadap pembinaan narapidana di Rutan maupun Lapas di seluruh Indonesia," tuturnya menambahkan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Makassar, Andi Erdiyangsah Bahar yang memimpin pemeriksaan didampingi Akhmad Rifai, petugas dari Klinik DR. Sahardjo, memastikan bahwa seluruh hasil tes menunjukkan hasil negatif.
Erdiyangsah bilang, tes urine ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Kelas I Makassar dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba, baik di lingkungan petugas maupun warga binaan.
"Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan urine tadi, sebanyak 11 orang pegawai tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba dari tes yang dilakukan pagi tadi," tuturnya menekankan.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Bupati Barru yang juga mantan pimpinan DPRD Sulsel bantah terlibat korupsi nanas
19 April 2026 6:56 WIB
Menkum serahkan proses hukum terkait dugaan korupsi Ketua Ombudsman ke aparat
17 April 2026 13:09 WIB
Digitalisasi layanan, Imigrasi Parepare sosialisasikan Aplikasi "All Indonesia"
16 April 2026 10:53 WIB