Mamuju (ANTARA Sulbar) - Federasi Olah raga Karate Indonesia (Forki) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melaksanakan kegiatan "Long March" yang lazim disebut dalam bahasa beladiri "Ghazuku" dengan cara berjalan kaki menempuh jarak 10 kilometer.

Kegiatan Long March ini dilepas resmi Bupati Mamuju, H Suhardi Duka disaksikan Ketua KONI Mamuju, Zain Iba yang dipusatkan di lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Minggu.

Ketua Harian Forki Mamuju, Tinus Taliding menyampaikan, kegiatan Long March ini sekaligus rangkaian peringatan hari karate dunia (The Karate Day) yang telah ditetapkan Federasi Karate Dunia (WKF) setiap tanggal 7 Oktober.

Ketua harian FORKI Mamuju, Tinus Taliding menjelaskan, kegiatan serupa memang telah rutin dilakukan setiap tahunnya, di samping untuk memeriahkan The Karate Day, Ghazuku juga diperuntukkan sebagai sarana latihan fisik maupun ujian kenaikan tingkat pada cabang olah raga beladiri karate.

Ia menyampaikan, selama ini telah melaksanakan penggemblengan serta mengintensifkan latihan fisik.

"FORKI Mamuju telah diakui banyak meloloskan atlet-atlet muda ketingkat nasional pada ajang porseni. Dengan capaian prestasi itu maka kita optimistis akan dapat mempertahankan Juara umum pada gelaran Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) kedua yang di rencanakan berlangsung pada April 2015 di Kabupaten Polman.

Terlepas dari itu, Tinus juga sangat mengaprisiasi perhatian Pemerintah daerah Kabupaten Mamuju, utamanya kepedulian Bupati Mamuju yang begitu antusias memberikan dukungan terhadap pembinaan olah raga beladiri di daerah ini.

Bupati Mamuju, Suhardi Duka menyampaikan, olah raga bela diri itu untuk meningkatkan percaya diri dan menjadi wadah untuk meningkatkan prestasi.

"Dengan bela diri maka kita akan memiliki kemandirian, kemudian dengan menguasai bela diri juga tentu kesehatan juga akan baik, kesabaran bisa diasah, dengan bela diri pula disiplin akan tertanam, karena kalau tidak disiplin tentu kita tidak akan sukses dimanapun kita berada," ungkap Suhardi.

Suhardi juga berharap, seluruh perguruan bela diri di Mamuju dapat memperlihatkan tauladan dan mengajak masyarakat untuk bergabung pada perguruannya sehingga pembinaan Olahraga ini dapat terus berkesinambungan. FC Kuen