Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tingkat perekonomian provinsi itu pada awal Juni 2025 terjadi deflasi 0,06 persen secara bulanan atau month to month (mtm) karena turunnya tarif kelompok transportasi.

Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Selasa, mengatakan deflasi Sulsel terjadi karena kelompok transportasi menyumbang andil yang cukup besar yakni 0,41 persen.

"Secara nasional umumnya itu inflasi dan di Sulsel deflasi 0,06 persen dan itu disumbang dari kelompok transportasi,” ujarnya.

Aryanto menerangkan penurunan tarif angkutan umum khususnya ojek dalam jaringan atau daring memberikan dampak dalam inflasi bulanan atau secara month to month (mtm).

Ia menambahkan penyumbang utama deflasi bulan Juni 2025 secara mtm adalah kelompok pengeluaran transportasi dengan andil sebesar 0,04 persen terhadap inflasi.

"Adapun komoditas penyumbang deflasi adalah tarif kendaraan roda 2 online sebesar 0,02 persen," katanya.

Sementara untuk tahunan atau year on year (yoy) Juni 2025 tingkat inflasi disebabkan oleh andil kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,77 persen dengan komoditas penyumbang utama pada kelompok ini yakni beras sebesar 0,15 persen.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten.
 Sidenreng Rappang (Sidrap) sebesar 3,01 persen dengan IHK sebesar 105,27 dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 1,38 persen dengan IHK sebesar 107,78," ucapnya.


 


Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026