Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan mengevaluasi program cetak sawah rakyat (CSR) seluas 1.775 hektare sebagai upaya pemerintah menuju swasembada pangan melalui rapat koordinasi monitoring progres konstruksi pada program tersebut.

“Rakor ini mengecek kondisi terakhir pelaksanaan CSR untuk mencari solusi atas kendala yang terjadi di lapangan. Kita harapkan program ini benar-benar berdampak baik bagi masyarakat," tutur Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Makassar, Sabtu.

 

Ia menegaskan rakor ini menjadi forum penting untuk mengidentifikasi permasalahan serta merumuskan langkah percepatan penyelesaian program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Menurutnya, dari hasil monitoring dan evaluasi di lapangan, pelaksanaan program tersebut belum sepenuhnya rampung di akhir tahun anggaran 2025. Sehingga, rakor ini bertujuan mengecek kondisi terakhir progres pelaksanaan program CSR sekaligus mencari solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan.

“Saya berharap program CSR ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan bapak Menteri, bapak Gubernur, dan harapan saya sendiri, sehingga manfaatnya bisa dirasakan," katanya.

Dari laporan konsultan pengawas CSR hingga Januari realisasi fisik program CSR belum rampung 100 persen. Sejumlah kendala teknis menjadi faktor penghambat, di antaranya kondisi akses menuju lokasi serta kesiapan lahan.

Rakor tersebut dihadiri, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP), Ibrahim, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah Muhammad Rohady Ramadhan.

 

 

Hadir juga Kepala Bagian Ekonomi Rimba Najamuddin, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana TPHPKP Suriyanto, para camat se-Kabupaten Sidrap, pendamping dan penyuluh pertanian, konsultan pengawas CSR, serta Manajer Brigade Pangan.

Serta kontraktor pelaksana Program CSR, masing-masing CV Amarta Konstruksi selaku pelaksana Paket 1, PT Mineral Unggul Jaya (Paket 2), CV Albar Pratama (Paket 3), dan PT Yosiken Inti Perkasa (Paket 4).


Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026