Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Sidrap ajak petani modernisasi pertanian

Selasa, 24 Februari 2026 17:19 WIB
Image Print
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengendarai alat mesin pertanian (alsintan) jenis combine harvester saat panen raya padi di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, Selasa (24/2/2026). ANTARA/HO-Pemkab Sidrap

Makassar (ANTARA) - Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif mendorong para petani melakukan modernisasi pertanian usai menggelar panen raya padi di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase.

"Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Sidrap," ujarnya melalui keterangan yang diterima di Makassar, Selasa.

Prosesi panen raya ditandai pengoperasian alat mesin pertanian (alsintan) modern jenis combine harvester oleh Bupati Sidrap untuk mempercepat proses panen.

Syaharuddin meminta para petani terus meningkatkan produksi, memanfaatkan alsintan modern, dan mengubah pola kerja agar pendapatan semakin meningkat.

“Tahun 2024 hasil pertanian Sidrap hanya 440.000 ton gabah senilai Rp2,5 triliun. Tahun 2025 setelah kita bekerja semuanya akhirnya naik menjadi 665.000 ton gabah senilai Rp4,6 triliun," katanya.

Syaharuddin mengungkap program cetak sawah telah direalisasikan di lahan seluas 148 hektare di wilayah tersebut.

Ia mengimbau masyarakat yang masih memiliki lahan potensial untuk segera melapor, karena tersedia tambahan program cetak sawah seluas 5.000 hektare.

Syaharuddin selanjutnya mengajak petani menerapkan pola tanam IP300, yakni intensifikasi penanaman padi tiga kali dalam setahun pada lahan yang sama untuk mendongkrak produksi serta kesejahteraan mereka.

Sementara itu Kepala Desa Bila Riase Sirajuddin, mengapresiasi kehadiran Bupati Sidrap.

"Kami merasa bangga dan bersyukur atas kesediaan Bapak Bupati Sidrap untuk membersamai kami dalam acara ini. Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk bisa mengikuti kegiatan di Desa Bila Riase,” tuturnya.

Hasil panen padi pada kegiatan tersebut langsung ditimbang dengan harga Rp7.300 per kilogram dan dibayar tunai kepada pemilik gabah.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026