Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Sidrap paparkan strategi ketahanan pangan pada PSBM XXVI

Kamis, 26 Maret 2026 22:14 WIB
Image Print
Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif (tengah) menyalami peserta PSBM saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026).  ANTARA/HO-Dokumentasi Pemkab Sidrap.

Makassar (ANTARA) - Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif memaparkan sejumlah strategi ketahanan pangan untuk persiapan menghadapi musim kemarau panjang dampak fenomena El Nino sesuai prakiraan BMKG pada momen Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan.

"Ada empat program yang kami jalankan untuk mengatur musim tanam dan menjaga produktivitas. Kami optimistis Sidrap mampu menghadapi dampak El Nino tahun ini," ujar Syaharuddin di sela menghadiri PSBM di Makassar, Kamis.

Ia menyebutkan empat langkah utama dilakukan demi menjaga produktivitas pertanian di masa perubahan iklim yakni pertama, mempercepat tanam.

Kedua, menanam benih padi dengan masa panen lebih singkat, sebelumnya 110 hari menjadi 75 hari.

Sejauh ini, petani di Sidrap telah menuai hasil maksimal dengan hasil produksi lebih banyak dari sebelumnya. Semula hasil gabah 5-6 ton per hektare, kini naik menjadi 10-12 ton per hektare.

Pria akrab disapa Sahar ini menjelaskan benih yang digunakan petani saat ini merupakan benih lokal asal Sulsel dengan hasil produksi yang lebih kompetitif dengan hasil maksimal.

Dengan peningkatan hasil produksi tersebut, kata pria disapa akrab Sahar ini, pertumbuhan ekonomi di daerahnya meningkat signifikan bahkan tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, inovasi-inovasi lainnya diterapkan seperti listrik masuk sawah dengan memanfaatkan teknologi pompa celup atau submersible berbasis listrik untuk pengairan lahan pertanian dengan menggantikan metode lama menggunakan bahan bakar gas.

"Dulu itu untuk pompanisasi pakai tabung gas, sekarang menggunakan listrik. Ini jauh lebih efisien dan mendukung produktivitas petani agar hasilnya lebih maksimal," katanya.

Dalam forum tersebut, Sahar turut menyampaikan selain potensi beras, komoditas unggulan lainnya seperti telur dan kopi kini terus dikembangkan produksinya. Karena, ada peluang besar memperluas pangsa pasar seiring tingginya permintaan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini di sela menghadiri PSBM juga bertemu tokoh asal Sulsel sekaligus pendiri Bosowa Grup Aksa Mahmud.

Dalam diskusi itu dibahas penguatan di sektor pertanian melalui optimalisasi penangkaran benih di PT Galung Loanna Indonesia di bawah naungan Bosowa Group.

Perbincangan tersebut untuk menjalin sinergisitas dengan bertujuan meningkatkan produktivitas hasil tani agar Kabupaten Sidrap semakin kokoh posisinya sebagai lumbung beras nasional.

Selain membahas pertanian, ada rencana besar Bosowa Group untuk membangun fasilitas modern berupa hotel dan mal di atas lahan milik mereka berada di Kabupaten Sidrap.

Harapannya, kehadiran hotel dan mal tersebut menjadi magnet ekonomi baru sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

"Alhamdulillah, kami tadi bersama dengan Pak Bupati Sidrap membicarakan beberapa hal. Kita bicarakan yaitu pertama, penangkaran benih di Sidrap. Kemudian, Bapak Bupati minta kita membangun hotel dan mal di Sidrap," kata Aksa menambahkan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026