Logo Header Antaranews Makassar

Pasar Pabaeng-Baeng Makassar jadi percontohan program digitalisasi pasar

Jumat, 27 Maret 2026 23:33 WIB
Image Print
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Pabaeng-Baeng Makassar yang sudah menerapkan program digitalisasi pasar dalam bertransaksi atas inisiasi Perumda Pasar Makassar bersama Bank Mandiri Regional X (Sulawesi dan Maluku). ANTARA/ Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Pasar Pabaeng-Baeng Kota Makassar, Sulawesi Selatan,
menjadi percontohan penerapan program digitalisasi pasar yang diinisiasi Perumda Pasar Kota Makassar bersama Bank Mandiri.

"Upaya mendorong transformasi digital di sektor perdagangan tradisional terus digencarkan, dan ini dilakukan bersama Bank Mandiri untuk menjadikan Pasar Pabaeng-Baeng sebagai lokasi percontohan," kata Direktur Utama Perumda Pasar Kota Makassar Ali Gauli Arief di Makassar, Sulsel, Jumat.

Dia mengatakan dalam program digitalisasi pasar tersebut pihaknya berkolaborasi dengan
Bank Mandiri Region X (Sulawesi dan Maluku) untuk menggencarkan sosialisasi dan penerapan program digitalisasi di pasar tradisional.

Hal itu dibenarkan Pimpinan Regional CEO Bank Mandiri Region X (Sulawesi dan Maluku), Nunung Andreas Wisnu.

Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan literasi keuangan para pedagang, sekaligus mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai di lingkungan pasar.

“Kami berharap seluruh pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng dapat beralih ke sistem 'cashless atau non-tunai," ujarnya.

Menurut dia, non-tunai selain lebih praktis, juga memudahkan akses pedagang terhadap layanan perbankan, termasuk permodalan.

Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat yang semakin jarang menggunakan uang tunai menjadi peluang besar bagi pasar tradisional untuk beradaptasi dengan penggunaan QRIS Mandiri.

Dengan transaksi jual beli di pasar secara digital diharapkan menjadi lebih mudah, cepat dan efisien.

“Kalau pedagang sudah menggunakan sistem digital, masyarakat juga tidak perlu repot membawa uang tunai.

Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaku UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan hingga Rp500 juta disiapkan, termasuk pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan.

Sementara itu, Ali Gauli menyambut baik langkah tersebut. Ia mengapresiasi kunjungan Bank Mandiri sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pasar tradisional di Kota Makassar dalam meningkatkan daya saing dengan pasar atau toko swalayan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026