Makassar (ANTARA) - Menjelang bulan suci Ramadan, harga berbagai jenis sayuran di Pasar Terong, Kota Makassar, mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan ini terjadi sejak tiga hari terakhir dan dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadan serta berdekatan dengan perayaan Imlek.
Menurut Rahma, salah seorang pedagang sayur di Pasar Terong, Minggu (16/2), harga sejumlah komoditas naik cukup tajam akibat cuaca buruk yang menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen.
“Sawi putih biasanya saya beli Rp50 ribu per kantong, sekarang sudah Rp75 ribu. Tomat yang biasanya Rp30–Rp50 ribu per kantong, kini naik jadi Rp100–Rp130 ribu,” ujar Rahma.
Ia juga menuturkan, harga seledri dan daun bawang yang biasanya Rp5 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp35–40 ribu. Ubi pun tak luput dari kenaikan, dari Rp70–80 ribu per kantong menjadi Rp180–200 ribu.
Kondisi serupa dirasakan oleh Nur, pedagang cabai di pasar yang sama.
“Cabai biasanya saya jual Rp15 ribu–20 ribu per kilo, sekarang jadi Rp40 ribu–50 ribu. Karena dari pemasoknya juga sudah mahal. Tapi kalau bawang merah dan bawang putih masih stabil, sekitar Rp30 ribu–45 ribu per kilo,” kata Nur.
Kenaikan harga sayuran ini turut dirasakan oleh pembeli. Sugiarti Ningsi, salah seorang pengunjung Pasar Terong, mengaku harus menambah anggaran belanjanya menjelang Ramadan.
“Biasanya saya beli tomat Rp5 ribu–7 ribu per kilo, sekarang Rp10 ribu. Sawi putih juga naik dari Rp10 ribu–12 ribu jadi Rp18 ribu–20 ribu per kilo,” ujarnya.
Harga sayuran diperkirakan akan turun secara bertahap dan kembali normal setelah melewati bulan Ramadan, seiring dengan menurunnya permintaan masyarakat serta stabilnya pasokan dari daerah penghasil.