Makassar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat melalui kegiatan "Training of Trainer" (ToT) dan Lomba Dakwah.
“Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Sulsel,” kata Kepala KPw BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda dalam keterangan persnya di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sharia Championship dalam rangkaian besar program Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) Tahun 2026 yang berlangsung selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ToT itu diikuti oleh sebanyak 140 santri dari berbagai pondok pesantren di Sulsel. Para peserta dibekali dengan materi terkait pengembangan "personal branding" atau pencitraan pribadi, ekonomi dan keuangan syariah, dan halal "lifestyle" atau gaya hidup sebagai bekal dalam menyampaikan dakwah yang informatif, relevan, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Sulsel melalui pemberdayaan santri sebagai generasi muda yang menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Dakwah yang telah diawali dengan babak penyisihan dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah dan pesantren setara SMA/MA di Sulsel.
Selanjutnya dipilih 10 finalis – 5 Dai dan 5 Daiyah – yang akan dipersiapkan sebagai delegasi yang mewakili Sulsel dalam ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) yang akan diselenggarakan tahun ini.
Melalui sinergi yang telah dilakukan antara BI dengan Hebitren ini, diharapkan lahir Dai dan Daiyah yang tidak hanya berdakwah pada aspek spiritual, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi umat yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen kuat dari Bank Indonesia dalam memperkuat literasi ekonomi syariah sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi umat, khususnya di Sulsel.