Gowa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat selama setahun kepemimpinan Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin berhasil membedah seratusan rumah keluarga miskin ekstrem.

Bupati Gowa Sitti Talenrang di Gowa, Sabtu, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa akan terus bergerak dan berkomitmen menyelesaikan persoalan miskin ekstrem terutama dalam memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat Kabupaten Gowa.

"Pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program prioritas kami dan bedah rumah adalah salah satu upaya untuk memberikan rasa nyaman pada keluarga miskin," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa dan Baznas Gowa telah melakukan perbaikan rumah yakni 62 unit dari kolaborasi pemerintah dengan pengembang.

Kemudian Baznas Gowa 35 unit dan 2 sementara berproses, inisiatif orang tua asuh (OTA) sebanyak 19 unit rumah, serta bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) berdasarkan data aspirasi sebanyak 195 unit, dan data Kemensos sebanyak 137 unit.

Sitti Husniah Talenrang menuturkan, upaya itu didorong melalui program Gowa Sejahtera dengan salah satu sub program yang didorong yakni perbaikan atau bedah rumah.

Pada program itu berhasil melakukan bedah rumah kepada keluarga miskin ekstrem melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sejumlah pihak, terutama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat Kabupaten Gowa yang membutuhkan,” katanya, saat mengunjungi lokasi salah satu penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu.

Dalam pelaksanaan bedah rumah ini, Bupati Talenrang menyebutkan bahwa Pemkab Gowa melibatkan sejumlah pihak, yaitu para pimpinan SKPD, pejabat, atau ASN yang ditunjuk menjadi orang tua asuh, Baznas Kabupaten Gowa (mitra kolaborasi pendanaan dan teknis masuk dalam program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) dan pihak ketiga/pengembang (mitra kolaborasi).

“Mudah-mudahan ini terus di-support oleh semua kalangan di Kabupaten Gowa bahkan dari luar. Kami mengajak semuanya untuk bergotong-royong, dan saling berkontribusi, berkolaborasi untuk Gowa maju,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin menyebutkan sumber pendanaan bedah rumah berasal kolaborasi dari berbagai pihak, seperti Baznas Kabupaten Gowa (pilar utama), sebagai sumber pendanaan yang paling konsisten.

Dana berasal dari pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), khususnya yang dikumpulkan dari para ASN di lingkup Pemkab Gowa. Baznas bertindak sebagai penyalur dana untuk program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).

Kemudian pihak ketiga atau sektor swasta (corporate social responsibility/ CSR). Pemerintah Gowa secara aktif menggandeng pengembang dan perusahaan swasta melalui dana CSR.

“Para pengembang di wilayah Gowa diarahkan untuk menyalurkan tanggung jawab sosial mereka dalam bentuk material bangunan atau pembiayaan penuh untuk satu atau lebih unit rumah (bedah rumah),” ujarnya.

Selain itu, Abdullah Sirajuddin menyebutkan sumber pendanaan juga bersumber dari kontribusi pribadi orang tua asuh yaitu para pimpinan SKPD, pejabat, atau ASN yang ditunjuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga miskin ekstrem.