Logo Header Antaranews Makassar

Sekda Sulbar ajak masyarakat tak berlebihan rayakan Idul Adha

Rabu, 6 Mei 2026 04:25 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, pada Refreshment Gerakan Bersama Jaga Inflasi (Gerai) Sulbar menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, di Mamuju, Selasa (5/5). ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana meminta peran para dai di daerah itu menjadi jembatan informasi bagi pemerintah untuk mengajak masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.

"Saya berharap para dai bisa menjadi jembatan informasi di tengah masyarakat. Pesan yang disampaikan diharapkan sederhana namun berdampak, yakni mengajak masyarakat merayakan Idul Adha secara tidak berlebihan," kata Junda Maulana di Mamuju, Selasa.

Junda Maulana mengatakan itu saat membuka kegiatan Refreshment Gerakan Bersama Jaga Inflasi (Gerai) Sulbar menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemprov Sulbar dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar itu bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali di momen Idul Adha yang rawan lonjakan harga.

"Momentum hari besar keagamaan memang kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan. Karena itu, peran berbagai pihak dinilai penting, termasuk para dai yang menjadi peserta kegiatan ini," jelas Junda Maulana.

Junda Maulana mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari ketersediaan komoditas hingga dukungan transportasi.

Namun, ada satu hal yang dinilai krusial, yakni komunikasi ke masyarakat.

"Karena kita sudah melakukan bagaimana penyediaan komoditas, kemudian transportasi keterjangkauan dan lain sebagainya. Tapi tinggal satu, yaitu bagaimana komunikasi, karena apa pun yang dilakukan pemerintah, kalau masyarakatnya tidak mendukung maka tidak akan sukses," jelasnya.

Selain itu, distribusi daging kurban juga diharapkan lebih merata, terutama kepada masyarakat kurang mampu, agar tidak memicu lonjakan permintaan di pasar.

"Sebenarnya peran ini tidak hanya sampai di sini. Kita berharap sustainable, para dai ini bukan hanya momentumnya ini, tapi dimana-mana juga memberikan advokasi penjelasan kepada masyarakat berkaitan inflasi," ujar Junda Maulana.

Sekda juga memastikan kondisi inflasi di Sulbar saat ini masih terkendali, yakni angkanya berada di level 1,6 persen.

"Sulbar masih dalam batas normal karena inflasi yang bagus itu ada 2,5 persen plus minus satu persen. Kita di angka 1,6, artinya masih di atas batas bawah yaitu 1,5 persen. Itu yang kita perlu jaga," kata Junda Maulana.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026