Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Pancasila harus menjadi pedoman dalam menghadapi perbedaan di masyarakat.
Gubernur Andi Sudirman di Makassar, Selasa, mengatakan nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam menyikapi setiap perbedaan pandangan, termasuk dalam merespons berbagai proses seleksi dan pengambilan keputusan yang dilakukan institusi negara.
“Semangat Pancasila justru mengajarkan kita untuk menjunjung persatuan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya saat bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Ia menyampaikan Pancasila fondasi yang telah final sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, kata dia, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
Sebelumnya, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa mengatakan Hari Lahir Pancasila bukan sekedar agenda seremonial tahunan, melainkan kesempatan refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dirinya menyampaikan Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Di tengah ketidakpastian global, ancaman fragmentasi sosial, hingga percepatan disrupsi teknologi, katanya, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang mempersatukan keberagaman lebih dari 17.000 pulau serta ratusan kelompok etnis dalam satu identitas kebangsaan.
"Pancasila menjadi jangkar moral yang menjaga arah pembangunan nasional sekaligus fondasi ketahanan bangsa menghadapi perubahan dunia," katanya.