Untad buka uji kompetensi KP hadapi MEA
Kamis, 31 Desember 2015 13:12 WIB
Palu (ANTARA Sulsel) - Universitas Tadulako Palu, sulawesi Tengah, akan menjadi tempat uji kompetensi bagi tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan sehubungan akan diberlakukannya pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN per 1 Januari 2016.
"Kami akan menjadi yang pertama di Sulteng sebagai tempat uji kompetensi tenaga kerja sektor KP. Insya Allah Januari 2016 kami sudah memulai kegiatan ujian dimaksud," kata Dr Fadli Tantu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Untad saat dihubungi di Palu, Kamis.
Menurut dia, Untad berperan menjadi yang pertama sebagai tempat uji kompetensi tersebut karena saat ini baru Untad yang memiliki asesor yang berkualifikasi nasional.
Dalam aktivitasnya nanti, kata Fadli yang juga salah seorang asesor uji kompetensi sektor KP itu, pihaknya akan melayani ujian kepada semua calon tenaga kerja baik yangf berijazah sarjana maupun sekolah kejuruan sektor KP denghan menerapkan standar-standar kompetensi yang berlaku di ASEAN bahkan di dunia.
"Hasil ujiannya akan kami serahkan ke Badan Sertifikasi Nasional (BSN) karena BSN-lah yang berwenang menerbitkan sertifikat kompetensi," kata Fadli.
Ia berharap setiap tahun Untad bisa sekitar 500 orang untuk berbagai spesifikasi kompetensi di sektor kelautan dan perikanan.
Fadli juga menyebutkan bahwa uji kopetensi Untad ini bisa menerima tenaga kerja asing asal Asean yang berniat bekerja di Indonesia khususnya Sulteng namun belum memiliki sertifikat dimaksud.
Menurut Fadli, sertifikasi kompetensi sektor KP ini memiliki beberapa manfaat, antara lain bisa bersaing dengan tenaga kerja negara-negara Asean lainnya bahkan bebas untuk mencari pekerjaan di seluruh negara Asean.
"Sertifikat kompetensi ini juga menentukan standar fee (upah) bagi yang bersangkutan," katanya.
Dikatakannya, bila tenaga kerja Sulteng tidak memiliki standar kompetensi di sektor KP ini, maka tenaga kerja daerah ini akan tergusur oleh tenaga kerja asing asal berbagai negara Asean.
"Menghadapi ASEAN ini, ijazah tidak cukup lagi untuk bisa diserap oleh pasar kerja. Harus punya sertifikat kompetensi, sebab ijazah tidak menjamin kompetensi seseorang," ujarnya.
"Kami akan menjadi yang pertama di Sulteng sebagai tempat uji kompetensi tenaga kerja sektor KP. Insya Allah Januari 2016 kami sudah memulai kegiatan ujian dimaksud," kata Dr Fadli Tantu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Untad saat dihubungi di Palu, Kamis.
Menurut dia, Untad berperan menjadi yang pertama sebagai tempat uji kompetensi tersebut karena saat ini baru Untad yang memiliki asesor yang berkualifikasi nasional.
Dalam aktivitasnya nanti, kata Fadli yang juga salah seorang asesor uji kompetensi sektor KP itu, pihaknya akan melayani ujian kepada semua calon tenaga kerja baik yangf berijazah sarjana maupun sekolah kejuruan sektor KP denghan menerapkan standar-standar kompetensi yang berlaku di ASEAN bahkan di dunia.
"Hasil ujiannya akan kami serahkan ke Badan Sertifikasi Nasional (BSN) karena BSN-lah yang berwenang menerbitkan sertifikat kompetensi," kata Fadli.
Ia berharap setiap tahun Untad bisa sekitar 500 orang untuk berbagai spesifikasi kompetensi di sektor kelautan dan perikanan.
Fadli juga menyebutkan bahwa uji kopetensi Untad ini bisa menerima tenaga kerja asing asal Asean yang berniat bekerja di Indonesia khususnya Sulteng namun belum memiliki sertifikat dimaksud.
Menurut Fadli, sertifikasi kompetensi sektor KP ini memiliki beberapa manfaat, antara lain bisa bersaing dengan tenaga kerja negara-negara Asean lainnya bahkan bebas untuk mencari pekerjaan di seluruh negara Asean.
"Sertifikat kompetensi ini juga menentukan standar fee (upah) bagi yang bersangkutan," katanya.
Dikatakannya, bila tenaga kerja Sulteng tidak memiliki standar kompetensi di sektor KP ini, maka tenaga kerja daerah ini akan tergusur oleh tenaga kerja asing asal berbagai negara Asean.
"Menghadapi ASEAN ini, ijazah tidak cukup lagi untuk bisa diserap oleh pasar kerja. Harus punya sertifikat kompetensi, sebab ijazah tidak menjamin kompetensi seseorang," ujarnya.
Pewarta : Rolex Malaha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Meski telah bekerja 15 tahun, ratusan honorer tak penuhi syarat pengangkatan P3K paruh waktu di Gowa
13 January 2026 4:10 WIB
Gubernur Sulsel lepas 100 tenaga kesehatan dan tambah bantuan Rp1 miliar ke Aceh
08 December 2025 20:52 WIB
Pemkot Makassar dan Yokohama Jepang kerja sama pelatihan dan penyerapan tenaga kerja
25 November 2025 20:32 WIB
Dinkes Sulbar perkuat peran tenaga kesehatan lingkungan jamin keamanan SPPG
22 October 2025 16:48 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB