Gapki: Devisa ekspor sawit melebihi migas
Kamis, 14 April 2016 19:46 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa sektor kelapa sawit merupakan sektor yang strategis karena devisa ekspor sawit melebihi devisa ekspor minyak dan gas.
Juru bicara GAPKI Tofan Mahdi mengemukakan hal itu dalam siaran pers yang dikirim ke Makassar, Kamis, terkait pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang akan melakukan moratorium perkebunan kelapa sawit.
"Saat ini GAPKI belum bisa memberikan pernyataan menanggapi hal tersebut. Kami sedang dan terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pihak Istana untuk mendengar penjelasan lebih detail dari pemerintah," katanya.
Dia mengatakan sektor kelapa sawit adalah sektor strategis yang memberikan sumbangan ekspor hingga 19 miliar dolar AS pada 2015 dan angka ini jauh lebih tinggi dari devisa dari ekspor migas sekitar 12 miliar dolar AS.
"Indonesia adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia dengan produksi mencapai 31,5 juta ton (2015). Sektor perkebunan kelapa sawit juga menyerap tenaga kerja dan melibatkan petani kelapa sawit hingga enam juta jiwa," katanya.
Selain itu, sektor perkebunan kelapa sawit juga mendorong pengembangan wilayah-wilayah di daerah pinggiran.
"Bapak Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit adalah sektor strategis nasional dan harus terus dipertahankan. Kami akan terus memantau perkembangan informasi terkait pernyataan bapak presiden tersebut," katanya.
Juru bicara GAPKI Tofan Mahdi mengemukakan hal itu dalam siaran pers yang dikirim ke Makassar, Kamis, terkait pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang akan melakukan moratorium perkebunan kelapa sawit.
"Saat ini GAPKI belum bisa memberikan pernyataan menanggapi hal tersebut. Kami sedang dan terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pihak Istana untuk mendengar penjelasan lebih detail dari pemerintah," katanya.
Dia mengatakan sektor kelapa sawit adalah sektor strategis yang memberikan sumbangan ekspor hingga 19 miliar dolar AS pada 2015 dan angka ini jauh lebih tinggi dari devisa dari ekspor migas sekitar 12 miliar dolar AS.
"Indonesia adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia dengan produksi mencapai 31,5 juta ton (2015). Sektor perkebunan kelapa sawit juga menyerap tenaga kerja dan melibatkan petani kelapa sawit hingga enam juta jiwa," katanya.
Selain itu, sektor perkebunan kelapa sawit juga mendorong pengembangan wilayah-wilayah di daerah pinggiran.
"Bapak Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit adalah sektor strategis nasional dan harus terus dipertahankan. Kami akan terus memantau perkembangan informasi terkait pernyataan bapak presiden tersebut," katanya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Industri sawit diharapkan jadi pengaman ekonomi nasional terhadap potensi krisis 2023
03 November 2022 10:49 WIB, 2022
Gapki: Sejumlah pabrik kelapa sawit hentikan operasi karena tangki penyimpanan penuh
07 July 2022 14:35 WIB, 2022
Presiden Jokowi yakinkan semua pihak bahwa vaksinasi aman dan halal
24 September 2021 13:43 WIB, 2021
Gapki : harga beli listrik dari limbah sawit untuk PLTBg masih rendah
20 September 2019 14:15 WIB, 2019