Sultan dan Karaeng se-Nusantara berkumpul di Bantaeng
Senin, 29 Agustus 2016 18:57 WIB
Bantaeng (ANTARA Sulsel) - Sebanyak kurang lebih 200 Sultan, Karaeng dan Arung se-Nusantara termasuk Ketua Umum Raja Sultan Nusantara YM Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Sultan Palembang, berkumpul di Kabupaten Bantaeng dalam rangka kunjungan wisata budaya.
"Kami ada sebelum kamu ada. Kamu ada karena kami akui kamu ada. Tidak ada alasan bagi kamu untuk tidak mengakui kami," kata para Sultan membacakan Deklarasi Nusantara yang merupakan perjanjian antara raja dengan negara saat diterima di Rumah Adat Balla Lompoa Bantaeng, Minggu.
Kunjungan dilakukan pasca Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dilantik menjadi Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Kraton Nusantara (ICKN) Sulawesi Selatan.
Nurdin yang juga Eksekutif Presidium ICKN Sulsel mengatakan bahwa menjadi suatu kehormatan dan rahmat bagi Kabupaten Bantaeng menjadi tempat kunjungan para Sultan dan keturunan kerajaan se-Nusantara.
"Kedatangan para cendekiawan yang peduli terhadap adat istiadat serta marwah kraton tentu merupakan rahmat bagi Kabupaten Bantaeng. Semoga kunjungan ini dapat benar-benar memberi manfaat bagi siapa saja khususnya masyarakat Bantaeng," ujarnya.
Sementara Ketua Umum Raja Sultan Nusantara YM Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyampaikan rasa takjubnya setelah mengetahui Bantaeng adalah daerah tertua di Sulawesi Selatan yang memiliki progres pembangunan yang sangat berkembang.
"Target kunjungan kami adalah agar bagaimana publik mengetahui serta mengakui keberadaan kerajaan, dan Bantaeng adalah daerah yang masih memiliki adat kerajaan yang cukup kental. Maka dari itu pemangku adat harus menjadi suri tauldan bagi masyarakat lainnya", ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Eksekutif Presidium Nasional ICKN Pusat Muhammad Asdar, Sultan Paser Kalimantan Timur YM dr. Sultan H. Muhammad Heriansyah Andrian Sulaiman YM Datuk Adil dari Kesultanan Deli Medan, Ketua TP. PKK Kab. Bantaeng Hj. Liestiaty F. Nurdin serra segenap pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
"Kami ada sebelum kamu ada. Kamu ada karena kami akui kamu ada. Tidak ada alasan bagi kamu untuk tidak mengakui kami," kata para Sultan membacakan Deklarasi Nusantara yang merupakan perjanjian antara raja dengan negara saat diterima di Rumah Adat Balla Lompoa Bantaeng, Minggu.
Kunjungan dilakukan pasca Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dilantik menjadi Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Kraton Nusantara (ICKN) Sulawesi Selatan.
Nurdin yang juga Eksekutif Presidium ICKN Sulsel mengatakan bahwa menjadi suatu kehormatan dan rahmat bagi Kabupaten Bantaeng menjadi tempat kunjungan para Sultan dan keturunan kerajaan se-Nusantara.
"Kedatangan para cendekiawan yang peduli terhadap adat istiadat serta marwah kraton tentu merupakan rahmat bagi Kabupaten Bantaeng. Semoga kunjungan ini dapat benar-benar memberi manfaat bagi siapa saja khususnya masyarakat Bantaeng," ujarnya.
Sementara Ketua Umum Raja Sultan Nusantara YM Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyampaikan rasa takjubnya setelah mengetahui Bantaeng adalah daerah tertua di Sulawesi Selatan yang memiliki progres pembangunan yang sangat berkembang.
"Target kunjungan kami adalah agar bagaimana publik mengetahui serta mengakui keberadaan kerajaan, dan Bantaeng adalah daerah yang masih memiliki adat kerajaan yang cukup kental. Maka dari itu pemangku adat harus menjadi suri tauldan bagi masyarakat lainnya", ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Eksekutif Presidium Nasional ICKN Pusat Muhammad Asdar, Sultan Paser Kalimantan Timur YM dr. Sultan H. Muhammad Heriansyah Andrian Sulaiman YM Datuk Adil dari Kesultanan Deli Medan, Ketua TP. PKK Kab. Bantaeng Hj. Liestiaty F. Nurdin serra segenap pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
19 lapak PKL ditertibkan setelah 20 tahun berjualan di trotoar jalan Sultan Alauddin Makassar
29 January 2026 4:34 WIB
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar hadirkan maskapai Flyadeal pertama di Indonesia
13 November 2025 21:15 WIB
KPK mengungkapkan hanya Irvian Bobby yang dijuluki "Sultan" oleh Immanuel Ebenezer
24 August 2025 6:23 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019