130 Hektare Lahan Mamuju Dibebaskan Untuk Bendungan
Sabtu, 9 September 2017 18:13 WIB
Mamuju (Antara Sulbar) - Sekitar 130 hektare lahan masyarakat akan dibebaskan untuk membangun bendungan yang diperuntukkan bagi kebutuhan pembangunan irigasi persawahan di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Provinsi Sulbar.
"Sementara ini masih dalam proses upaya pemerintah melakukan pembebasan lahan sekitar 130 hekter untuk membangun sarana irigasi di Desa Sondoang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju," kata kepala satuan kerja non vertikal tertentu pelaksanaan jaringan pemanfaatan air wilayah sungai (SNPT PJPA WS) Kalukku Karama Provinsi Sulbar, Daniel ST MT di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, ketika pembebasan lahan selesai dilaksanakan maka pembangunan bendungan yang diharapkan akan mengairi sekitar 3500 hektare lahan pertanian padi di Kecamatan Kalukku yang menjadi sentra produksi beras di Kabupaten Mamuju.
"Lahan masyarakat yang akan dibebaskan juga sementara didata, dan proyek ini rencananya akan berjalan pada bulan ini," katanya.
Menurut dia, dengan dibangunnya bendungan tersebut maka masa tanam petani akan bertambah menjadi tiga kali dalam setahun dan selain itu produktivitasnya yang mencapai 7,2 ton perhektare akan semakin meningkat sehingga akan mendorong pembangunan ekonomi daerah dan ekonomi nasional dari sektor pertanian.
Dengan proyek infrastruktur tersebut masyarakat petani juga akan semakin sejahtera karena sawah tadah hujan mereka akan diairi dengan irigasi teknis, dan akan membuat sektor pertanian semakin maju dan akan meningkatkan suplai beras dari Sulbar kedaerah lain di Indonesia yang kekurangan pangan.
Ia berharap agar proyek tersebut dikerjakan melalui kajian teknis dengan baik sehingga masyarakat tidak terkena dampak pembangunannya namun tetap dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan menguntungkan para petani.
"Sementara ini masih dalam proses upaya pemerintah melakukan pembebasan lahan sekitar 130 hekter untuk membangun sarana irigasi di Desa Sondoang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju," kata kepala satuan kerja non vertikal tertentu pelaksanaan jaringan pemanfaatan air wilayah sungai (SNPT PJPA WS) Kalukku Karama Provinsi Sulbar, Daniel ST MT di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, ketika pembebasan lahan selesai dilaksanakan maka pembangunan bendungan yang diharapkan akan mengairi sekitar 3500 hektare lahan pertanian padi di Kecamatan Kalukku yang menjadi sentra produksi beras di Kabupaten Mamuju.
"Lahan masyarakat yang akan dibebaskan juga sementara didata, dan proyek ini rencananya akan berjalan pada bulan ini," katanya.
Menurut dia, dengan dibangunnya bendungan tersebut maka masa tanam petani akan bertambah menjadi tiga kali dalam setahun dan selain itu produktivitasnya yang mencapai 7,2 ton perhektare akan semakin meningkat sehingga akan mendorong pembangunan ekonomi daerah dan ekonomi nasional dari sektor pertanian.
Dengan proyek infrastruktur tersebut masyarakat petani juga akan semakin sejahtera karena sawah tadah hujan mereka akan diairi dengan irigasi teknis, dan akan membuat sektor pertanian semakin maju dan akan meningkatkan suplai beras dari Sulbar kedaerah lain di Indonesia yang kekurangan pangan.
Ia berharap agar proyek tersebut dikerjakan melalui kajian teknis dengan baik sehingga masyarakat tidak terkena dampak pembangunannya namun tetap dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan menguntungkan para petani.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PN Bulukumba tolak gugatan sengketa lahan adat Kajang, penggugat justru dihukum
15 January 2026 15:48 WIB
Setelah proses panjang, Pemprov Sulsel menang kasasi lahan seluas 52 hektare di Manggala
06 January 2026 19:53 WIB
Pemkot Makassar bebaskan 20 bidang lahan untuk perluasan TPA Antang Tamangapa
30 December 2025 22:21 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB