Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 59 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melaporkan kinerja masing-masing unit kerja di atas kapal perang.

"Ekspose program SKPD diatas kapal milik TNU-AL itu dipimpin langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel H. Agus Sumantri di Makassar, Jumat.

Pembahasan program kerja SKPD itu dilakukan untuk memanfaatkan waktu di sela-sela kegiatan Gubernur Sulsel memperkenalkan taman laut nasional Takabonerate yang terletak di kepulauan Selayar, Sulsel.

Kegiatan bertajuk "Ekspedition Takabonerate Island" ini berlangsung 16 - 25 Oktober 2009 dan dijadwalkan Gubernur Sulsel bersama rombongan menuju kawasan wisata laut kelas dunia itu Jumat (23/10) usai menunaikan Shalat Jumat.

Ekspose program kerja pimpinan unit kerja yang diselenggarakan selama tiga hari diatas KRI Makassar telah atur dan disesuaikan dengan susunan acara "Grand Launching" kegiatan ekspedisi Takabonerate tersebut.

Agus mengungkapkan, kegiatan ekspose SKPD ini diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang jauh lebih baik dibanding pembahasan program kerja tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diselenggarakan di hotel-hotel berbintang.

"Pemaparan program kerja diberikan selama 20-30 menit untuk masing-masing SKPD. Kendala, sasaran, maupun solusi pemecahan permasalahan program kerja diharapkan dapat tuntas tepat waktu," ungkapnya.

Sejauh ini, persiapan penyelenggaraan Takabonerate Island Expedition di Kabupaten Selayar, Sulsel, telah mencapai 80 persen hingga 20 hari menjelang pelaksanaan acara.

Sisanya yang 20 persen adalah mempersiapkan pelaksanaan acara saat peluncuran utama di Benteng Selayar, 24 Oktober 2009.

Parade kesiapan dengan menghadirkan seluruh pihak yang terkait, di antaranya dua peleton TNI AL, 300 penyelam yang terdiri dari penyelam lokal dan nasional, ditambah penyelam dari Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, Korea dan Filipina dilakukan pada 14 Oktober 2009

Jumlah pemesan kamar di atas kapal KRI Makassar yang akan digunakan sebagai alat transportasi dan hotel terapung tesebut telah mencapai 300 orang, dan diperkirakan masih akan bertambah karena kapasitas kapal cukup untuk lebih dari 1.000 orang mulai dari kelas geladak terbuka hingga VVIP.

(T.PK-HK/S016)