Vaksin HPV diberikan dini cegah kanker serviks
Kamis, 26 April 2018 7:07 WIB
Foto Dokumentasi seorang siswi SMA (kiri) mendapatkan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) guna mencegah kanker mulut rahim (serviks) secara gratis di wilayah Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Senin (12/11/2016). (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)
Jakarta (Antaranews Sulsel) - Vaksin human papilloma virus (HPV) adalah salah satu cara mencegah kaum hawa tertular HPV, penyebab kanker serviks atau leher rahim. Kapan sebaiknya vaksin HPV dilakukan?
"Vaksin diberikan dini, usia 9-13 tahun, itu saat proteksi paling bagus. Suntikan pertama saat SD kelas 5, suntikan kedua kelas 6 SD, untuk mengeliminasi kanker serviks," ujar Spesialis onkologi dan gikenologi dari RSCM, Prof. Dr.dr. Andrijono, SpOG (K) dalam diskusi media di Jakarta, Rabu.
Saat usia 9 tahun, kekebalan tubuh seseorang sedang berada pada masa prima dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dalam merespon vaksin.
Vaksinasi HPV sendiri terbagi menjadi dua golongan yakni pada usia 9-13 tahun dengan dua dosis (jarak 0 dan 6-12 bulan) dan 14-44 tahun dengan tiga dosis (jarak 0, 2 bulan dan 6 bulan).
Data Centers for Disease Education and Prevention (CDC) menyebutkan, setiap tahun sekitar 14 juta orang termasuk remaja terinfeksi HPV karena masa remaja sejalan dengan masa pertumbuhan sehingga struktur organ serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV.
Ada batasan usia maksimal divaksin?
"Sampai usia 55 tahun. Efektifnya sampai usia 45 tahun walau tingkat proteksinya turun sampai 10 persen. Tetapi ini masih bisa memproteksi," kata Andrijono.
Apa syarat sebelum divaksin?
"Sebelum vaksin dicek dulu. Kalau negatif HPV baru divaksin," tutur Andrijono.
Ada efek samping setelah divaksin?
"Tidak ada efek samping berat. Panas, mual, enggak. Hanya sakit di tempat suntikan," kata Andrijono.
Apakah laki-laki perlu divaksin?
"Pria juga divaksin untuk melindungi dirinya dari jenis kanker lain," kata Andrijono.
"Vaksin diberikan dini, usia 9-13 tahun, itu saat proteksi paling bagus. Suntikan pertama saat SD kelas 5, suntikan kedua kelas 6 SD, untuk mengeliminasi kanker serviks," ujar Spesialis onkologi dan gikenologi dari RSCM, Prof. Dr.dr. Andrijono, SpOG (K) dalam diskusi media di Jakarta, Rabu.
Saat usia 9 tahun, kekebalan tubuh seseorang sedang berada pada masa prima dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dalam merespon vaksin.
Vaksinasi HPV sendiri terbagi menjadi dua golongan yakni pada usia 9-13 tahun dengan dua dosis (jarak 0 dan 6-12 bulan) dan 14-44 tahun dengan tiga dosis (jarak 0, 2 bulan dan 6 bulan).
Data Centers for Disease Education and Prevention (CDC) menyebutkan, setiap tahun sekitar 14 juta orang termasuk remaja terinfeksi HPV karena masa remaja sejalan dengan masa pertumbuhan sehingga struktur organ serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV.
Ada batasan usia maksimal divaksin?
"Sampai usia 55 tahun. Efektifnya sampai usia 45 tahun walau tingkat proteksinya turun sampai 10 persen. Tetapi ini masih bisa memproteksi," kata Andrijono.
Apa syarat sebelum divaksin?
"Sebelum vaksin dicek dulu. Kalau negatif HPV baru divaksin," tutur Andrijono.
Ada efek samping setelah divaksin?
"Tidak ada efek samping berat. Panas, mual, enggak. Hanya sakit di tempat suntikan," kata Andrijono.
Apakah laki-laki perlu divaksin?
"Pria juga divaksin untuk melindungi dirinya dari jenis kanker lain," kata Andrijono.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulbar sosialisasikan pencegahan perdagangan manusia di Mamasa
15 September 2024 0:38 WIB, 2024
Kemenkes memastikan vaksin HPV pada perempuan tidak menyebabkan mandul
10 October 2023 9:06 WIB, 2023
Upaya menggaungkan Sumpah Pemuda sebagai rel penyemangat antargenerasi
28 October 2022 15:13 WIB, 2022
Kementerian BUMN dan FHCI menggelar pembekalan Bela Negara rekrutmen 2022
28 July 2022 19:43 WIB, 2022
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020