Logo Header Antaranews Makassar

Syahrul-Ilham Saling Klaim Dukungan DPD II

Kamis, 5 November 2009 22:58 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tokoh Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin saling mengklaim akan memperolah dukungan suara dari DPD II Partai Golkar pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel pada 14 Nopember 2009.

"Walaupun DPP telah mendukung saya. Saya tetap akan mengandalkan kemampuan saya," kata Syahrul saat di konfirmasi wartawan di Makassar, Kamis.

Syahrul Yasin Limpo yang juga Gubernur Sulsel menyatakan, pihaknya telah memperoleh suara dari sejumlah DPD II Golkar yang cukup intens meminta dirinya maju sebagai kandidat Ketua DPD I Golkar pada musda mendatang.

Menurut Ketua DPD Kosgoro Sulsel ini, persaingan yang saling mengklaim suara dukungan itu adalah hal yang biasa. Namun dia optimis mampu menjadi petarung dan mampu meraih suara DPD II Golkar.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Nurdin Halid sebelumnya mengklaim 80 persen pengurus DPD II Golkar kabupaten/kota se-Sulsel telah meminta kesediaan Gubernur Syahrul Yasin Limpo untuk mencalonkan diri pada musda mendatang.

"Sebagai mantan sekretaris dan ketua organisasi pendiri partai, berdasarkan kajian pemenangan pemilu, Syahrul mampu membawa Golkar meraih 50 persen suara di Sulsel pada pemilu nanti," kata Nurdin saat di Makassar, Rabu (4/11).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Siradjuddin juga mengaku mengklaim 50 persen suara pada musda yang akan digelar pada 14 November.

"Saya 'kan sudah mengantongi 13 suara dari 27 suara yang 'riil' mendukung saya, makanya saya hanya perlu meningkatkan intensitas dan menjaga suara itu untuk modal bertarung pada Musda Golkar nanti," ujar Ilham.

Bagi Wali Kota Makassar dua periode ini, kader Partai Golkar dianggap sudah kenyang pengalaman. Karena itu, sekeras apapun persaingan nantinya, dia optimistis solidaritas partai tetap terjaga, pasca musda digelar.

"Pengalaman-pengalaman Partai Golkar, suksesi seperti ini bukan hal yang mengkhawatirkan. Sekerasnya persaingan di Munas Golkar belum lama ini, tapi perpecahan tidak ada. Begitupun di tingkat provinsi dan musda," katanya.

(T.PK-HK/S023)