Logo Header Antaranews Makassar

Pertamina operasi pasar di Sinjai dan Barru

Rabu, 18 Juli 2018 09:43 WIB
Image Print

Makassar (Antaranews Sulsel) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melakukan operasi pasar Elpiji 3 kg di 13 wilayah Kecamatan di Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Baru, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Operasi pasar ini di 18 titik dalam 13 kecamatan itu dilakukan secara bertahap dimulai pada Selasa (17/7) hingga Jumat (20/7) dengan alokasi tambahan masing-masing di setiap titik kecamatan sebanyak 560 tabung elpiji 3 kg," kata Unit Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR VII M. Roby Hervindo di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, penambahan pasokan elpiji 3 kg ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi elpiji 3 kg yang meningkat khususnya dikarenakan kegiatan kemasyrakatan seperti hajatan di kedua kabupaten tersebut.

Menurut Roby, sapaan akrabnya, rata-rata alokasi normal elpiji 3 kg di Kabupaten Sinjai yakni 5.556 tabung per hari sedangkan untuk Kabupaten Barru sebanyak 6.612 tabung per hari.

Dalam operasi pasar ini, kata dia, alokasi elpiji 3 kg tambahan yang diberikan yakni sebanyak 10.080 tabung atau sebesar 3 persen dari konsumsi harian normal.

Ia menjelaskan, operasi pasar diawali di 7 titik di Kabupaten Barru pada Selasa (17/7) yakni di Kecamatan Tanete Riaja, Pujananting, Tanete Rilau, Tanete, Barru, Mallusetasi dan kecamatan Ballusu. Dilanjutkan di 2 titik di Kecamatan Tanete Riaja dan Tanete Rilau, Kabupaten Barru dan 3 titik di Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai pada Rabu (18/7).

Kemudian, lanjutnya, 3 titik di Kecamatan Sinjai Timur dan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai pada Kamis (19/7), dan terakhir, di 3 titik di Kecamatan Sinjai Selatan Bulupoddo di Kabupaten Sinjai pada Jumat (20/7).

Dalam kegiatan operasi pasar yang bekerja sama dengan Hiswana dan Pemda setempat ini, kata Roby,masyarakat dapat membeli elpiji 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni di Kabupaten Barru Rp15.500 per tabung dan di Kabupaten Sinjai Rp16.000 per tabung.

"Untuk menghindari pembelian di luar kewajaran ataupun penimbunan, pembelian elpiji 3 kg dalam operasi pasar ini dibatasi maksimal 1 tabung per konsumen. Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata," tegas Roby.

Roby menambahkan, operasi pasar dilakukan sebagai upaya Pertamina bersama Pemda dalam menjaga dan memastikan kelancaran distribusi elpiji 3 Kg tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan usaha mikro di Kabupaten Barru dan Kabupaten Sinjai.

"Sebagai komitmen untuk kelancaran distribusi kepada masyarakat, Pertamina telah menyalurkan elpiji 3 Kg sesuai alokasi yang ditetapkan di Kabupaten Barru melalui 4 agen dan 217 pangkalan dan di Kabupaten Sinjai melalui 3 agen dan 88 pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan sesuai HET," ujarnya.

Pertamina akan terus berkordinasi dengan Pemda setempat dalam mengawasi distribusi elpiji 3 kg agar dapat tepat sasaran dalam penggunaannya.

"Untuk memperoleh elpiji 3 kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga elpiji di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina," tuturnya.

Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi, keluhan ataupun masukan yang membangun atas pelayanan elpiji 3 kg melalui Contact Pertamina di nomor 1-500-000 atau email pcc@pertamina.com dan sms ke 0815-9-500000.

"Jika masyarakat menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait penyalahgunaan elpiji ataupun penyimpangan lainnya, dapat langsung melaporkannya kepada Pertamina," kata dia.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026