Kelistrikan Sulsel belum menyala 100 persen

id pemadaman total,balck out,pemadaman listrik,pln,transmisi makale-palopo,plta bakaru,sulawesi bagian selatan,Purnomo Iskak

GM PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Purnomo Iskak, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemadaman total di wilayah Sulbangse) dan meluas ke Sulbangteng di Makassar, Sulsel, Kamis (16/11/2018). ANTARA FOTO/Darwin Fatir

Makassar (Antaranews Sulsel) - Pasokan arus kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan belum sepenuhnya masuk 100 persen setelah mengalami pemadaman total atau Black Out pada Kamis (15/11) pukul 15.21 WITA di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbangsel) dan meluas ke Sulawesi Bagian Tengah (Sulbangteng) .

"Pagi tadi pasokan daya masuk dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan sudah 400 Mega Watt (MW) sekarang ini pasokan daya yang masuk ke sistem Sulbangsel sudah meningkat menjadi 470 MW," kata General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Purnomo Iskak, Jumat.

Dia menyampaikan penyebab padam aliran listrik ada tiga faktor yakni pertama, gangguan akibat cuaca buruk di Transmisi Line Makale-Palopo. Kedua, gangguan di Transmisi Line 275 kV Poso  Latuppa dikarenakan malfunction.

Dan ketiga, pembangkit lepas di Punagaya ?terjadi sehingga pembangkit lainnya seperti PLTA Poso dan PLTA Bakaru terjadi Under Frequency, (kehilangan daya)

"Saat ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah normal 60 persen dan kami memohon doa agar malam ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah pulih," tutur Purnomo.

Dampak dari insiden Black Out tersebut menyebabkan kerugian dari beberapa pemilik usaha makanan, restoran maupun sejumlah usaha lainnya yang mengandalkan listrik sebagai penunjang usahanya.

Tetapi dari peristiwa itu justru malah menguntungkan pengelola hotel, karena sejak malam tadi sebagian warga Makassar kalangan ekonomi menengah berbondong-bondong ke hotel maupun penginapan untuk bermalam. Hunian hotel pun meningkat drastis, dan kamar semua terisi penuh.

"Tadi malam sempat kami keliling cari hotel tapi penuh, katanya kamar sudah terisi semua, tapi alhamdulillah dapat juga. Selain gerah membawa hawa panas, persediaan air bersih sudah habis, jadi kami cari hotel, ternyata banyak orang berpikir sama dengan kami," beber Salah seorang warga Makassar, Nuraeni.

Istri pengusaha Warung Kopi Siama ini menuturkan, saat pemadaman itu seluruh keluarganya diboyong ke hotel untuk menginap semalam dan berharap listrik sudah pulih agar esoknya bisa kembali bekerja menjalankan usahanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga membenarkan keterisian kamar hotel meningkat tajam malam tadi. Bahkan salah seorang pimpinan Hotel Claro ini menyebut ada warga sengaja membawa bantal pribadinya ke hotel untuk menginap.

"Tadi malam ada yang bawa bantal kesayangannya ke hotel untuk menginap dan memang keterisian kamar diseluruh hotel berbintang penuh saat terjadi pemadaman total," tutur Anggiat saat dihubungi.

Ditanyakan berapa jumlah kamar diseluruh hotel berbintang yang ada di Makassar, kata dia, jumlahnya mencapai 10.400 kamar. Hanya saja jumlah tersebut bukan sepenuhnya diisi warga menginap saat pemadaman total, tetapi ada tamu dan konsumen lainnya lebih dulu menginap.

"Jumlah kamar seluruh hotel berbintang masuk dalam PHRI itu 10.400 kamar, tapi keterisiannya bukan semua dari warga tapi ada juga diisi tamu dari luar daerah melaksanakan kegiatan," tambah dia.

Berdasarkan pantauan dibeberapa wilayah Kota Makassar sudah teraliri listrik namun sebagian lainnya belum teraliri karena masih dalam proses pemulihan.

Meski demikian dampak pemadaman total itu sejumlah warga mengeluhkan karena sudah hampir 14 jam aliran listrik belum sepenuhnya terdistribusi, ditambah lagi air bersih PDAM tidak mengalir.

"Lama sekali mati lampu, barusannya ini lama sekali, kalau dihitung dari kemarin aduh sudah 14 jam. Rumah berantakan air juga tidak jalan, pakaian dan piring menumpuk belum dicuci. Kami mohon PLN segera menyalakan listrik, kasihan kalau begini terus," tutur Nur Fatimah warga jalan Barukang di wilayah Makassar bagian utara kota.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar