Logo Header Antaranews Makassar

Yongmoodo menjadi cabang olahraga ekspedisi Porprov Sulbar

Jumat, 16 November 2018 21:40 WIB
Image Print
Ilustrasi. Prajurit TNI Angkatan Darat melakukan atraksi beladiri Yongmoodo saat peringatan HUT Ke-73 TNI di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/10/2018). ANTARA FOTO/Moch Asim/hp/18

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Yongmoodo yang merupakan gabungan seni beladiri yudo, taekwondo, apkido, dan hon si sul untuk pertama kalinya dipertandingan pada Pekan Olahraga Provinsi III Sulbar 2018 sebagai cabang olahraga ekspedisi.

Komandan Korem 142 Tatag Kolonel Inf Taufiq Shobri saat membuka pelaksanaan pertandingan Yongmoodo Porprov III Sulbar di Gedung Assmalewuang Kabupaten Majene, Jumat mengatakan, seni beladiri yang dikembangkan di Korea pada 1976 itu akan mulai dipertandingkan pada 16 hingga 18 November 2018.

Selain memperkenalkan olahraga wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008 kepada masyarakat Sulbar, katanya, partisipasi yongmoodo pada Porprov III untuk menyaring dan mencari bibit-bibit baru atlet yang akan berlaga pada tingkat nasional.

"Hal ini akan menjadi tolok ukur pembinaan atlet yongmoodo di satuan masing masing, sehingga dapat menjadi evalusi sekaligus memacu motivasi dan semangat mencapai prestasi terbaik," ujar Taufiq Shobri.

Beladiri yongmoodo masuk di Indonesia pada 2002 dan menjadi beladiri wajib wajib TNI AD sejak tahun 2008 yang disosialisasikan kepada masyarakat umum dengan mendirikan federasi Yongmoodo Indonesia (FYI).

Ciri khas Yongmoodo mengandalkan unsur ketepatan, kecepatan, dan kekuatan dalam duel jarak dekat menggunakan tangan kosong yang menjunjung sportivitas dan patriotisme.

Selain beladiri Yongmoodo, cabangolah raga yang juga baru dipertandingkan pada Porprov III Sulbar 2018, yakni pentaque dan gete ball.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026